Skip to main content

Posts

Tata laksana penyakit Glaukoma

Glaukoma adalah kelainan saraf mata dimana terjadi kerusakan saraf yang menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan yang permanen secara perlahan dengan peningkatan tekanan bola mata sebagai faktor risiko utama. Meningkatnya tekanan intra okuler yang cukup untuk menyebabkan degenerasi optik disk atau kelainan lapang pandang. Penyebab.  Meningkatnya tekanan intra okuler. Berbeda dengan hipertensi okuler yaitu, suatu kondisi dimana tekanan intra okuler meninggi tanpa kerusakan pada optik disk dan kelainan lapang pandang. Gambaran Klinis.  Glaukoma dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Glaukoma Primer.  Glaukoma primer sudut terbuka (simple glaucoma, wide angle glaucoma, chronic simple glaucoma) adalah jenis glaukoma yang paling sering ditemukan. Glaukoma primer sudut tertutup (narrow angle glaucoma, closed angle glaucoma, acute congestive glaucoma). Glaukoma Kongenital.  Glaukoma kongenital primer atau infantil (Buftalmos).  Glaukoma yang menyert...

Infeksi Herpes pada mulut (Gingivostomatitis Herpetik)

Infeksi Herpes mulut primer (Gingivostomatitis Herpetik Primer, Herpes Labialis) adalah suatu infeksi awal oleh virus herpes simpleks yang dengan segera bisa menyebabkan terbentuknya luka yang terasa nyeri di gusi dan bagian mulut lainnya. Infeksi Herpes mulut sekunder (Herpes Labialis Berulang) adalah suatu reaktivasi (pengaktivan kembali) virus lokal yang menyebabkan terbentuknya cold sore (luka di dekat mulut akibat demam). Penyebab.   Virus Herpes Simpleks. Gejala .  Secara khusus, seorang bayi mendapatkan virus herpes simpleks dari orang dewasa yang memiliki cold sore. Infeksi awal pada bayi (herpes primer) menyebabkan peradangan gusi dan sakit mulut yang luar biasa. Bisa terjadi demam, pembengkakan kelenjar getah bening di leher sehingga anak menjadi rewel. Sebagian besar kasus bersifat ringan dan menghilang dengan sendirinya. Orang tua seringkali menduganya akibat dari pertumbuhan gigi atau penyakit lainnya. Dalam 2-3 hari, timbul lepuhan yang sang...

Kematian dan disabilitas kronik akibat gigitan ular

Suatu keadaan yang disebabkan oleh gigitan ular berbisa, secara garis besar ular berbisa dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok,  antara lain : Colubridae (Mangroce cat snake, Boiga dendrophilia, dan lain-lain). Elapidae (King cobra, Blue coral snake, Sumatran spitting cobra, dan lain-lain). Viperidae (Borneo green pit viper, Sumatran pit viper, dan lain-lain). Gambaran Klinis.  Gigitan ular yang tidak beracun, misalnya ular air hanya memerlukan tata laksana sederhana. Namun bila jenis ular tidak diketahui, sebaiknya dilakukan upaya pencegahan dengan Serum Anti Bisa Ular Polivalen. Gigitan ular akan ditandai dengan : Tampak kebiruan. Pingsan. Lumpuh. Sesak nafas Efek yang ditimbulkan akibat gigitan ular dapat dibagi tiga, antara lain : Efek lokal. Beberapa spesies seperti coral snakes, krait akan memberikan efek yang agak sulit di deteksi dan hanya bersifat minor tetapi beberapa spesies, gigitannya dapat menghasilkan efek yang cukup besar sepert...

Ginggivitis

Ginggivitis adalah inflamasi ginggiva marginal atau radang gusi. Penyebab.  Radang gusi (Ginggivitis) dapat disebabkan oleh faktor lokal maupun faktor sistemik. Faktor lokal, antara lain : Karang gigi. Bakteri. Sisa makanan (plak). Pemakaian sikat gigi yang salah. Merokok. Tambalan gigi yang kurang baik.  Faktor sistemik, antara lain : Diabetes Melitus (DM). Ketidakseimbangan hormon (saat menstruasi. Kehamilan. Menopause. Pemakaian kontrasepsi. Keracunan logam dan sebagainya. Gambaran Klinis.  Penderita biasanya mengeluh bau mulut. Gusi bengkak dan mudah berdarah. Tanpa nyeri, hanya kadang terasa gatal. Gusi tampak berwarna lebih merah dan mudah berdarah pada sondasi.  Kebersihan mulut biasanya buruk. Gejala ginggivitis herpes : Disertai gejala herpes simpleks.  Tanda di gusi tidak disertai bau mulut. Gejala ginggivitis perikoronitis : Gejalanya tergolong lebih berat. Demam. Sulit membuka mulut. ...

Seputar GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus. Esofagus (kerongkongan) adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung.  Pada Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) asam lambung dan enzim mengalir kembali dari perut menuju kerongkongan, sehingga menyebabkan peradangan dan nyeri pada kerongkongan. Penyebab. Reflux terjadi ketika otot berbentuk cincin yang secara normal mencegah isi perut pada perut mengalir kembali menuju kerongkongan (esophageal sphincter bagian bawah) tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahan makanan pemicu (seperti alkohol dan makanan asam). Menggunakan obat-obatan yang mengurangi asam perut. Asam dan enzim mengalir kembali ketika esophageal sphincter bagian bawah, otot berbentuk cincin yang secara normal mencegah isi perut mengalir kembali menuju kerongkongan, tidak berfungsi sebagaimana mest...

Gas Gangren

Gangren adalah kematian jaringan, biasanya berhubungan dengan berhentinya aliran darah ke daerah yang terkena. Gas gangren terjadi akibat infeksi oleh bakteri klostridium yang merupakan bakteri an-aerob (tumbuh bila tidak ada oksigen). Selama pertumbuhannya, klostridium menghasilkan gas, sehingga infeksinya disebut gas gangren. Penyebab.  Gas gangren biasanya terjadi di bagian tubuh yang mengalami cidera atau pada luka operasi. Sekitar 30% kasus terjadi secara spontan. Bakteri klostridium menghasilkan berbagai racun, 4 diantaranya adalah (alfa, beta, epsilon, iota) menyebabkan gejala-gejala yang bisa berakibat fatal. Terjadi kematian jaringan (nekrosis). Penghancuran sel darah (hemolisis). Vasokonstriksi dan kebocoran pembuluh darah. Racun bakteri klostridium menyebabkan penghancuran jaringan lokal dan gejala-gejala sistemik. Gejala.  Peradangan pada daerah yang terinfeksi berawal dari pembengkakan jaringan berwarna pucat atau merah kecoklat...

Gangren Pulpa

Gangren pulpa adalah kematian jaringan pulpa sebagian atau seluruhnya sebagai kelanjutan proses karies atau trauma. Pulpa merupakan jaringan sensitif yang menyediakan oksigen, nutrisi dan indera perasa bagi gigi.  Penyebab.  Kematian jaringan pulpa dengan atau tanpa kehancuran jaringan pulpa.  Gambaran Klinis.  Tidak ada simtom sakit.  Tanda klinis yang sering ditemui adalah jaringan pulpa mati, lisis dan berbau busuk.  Gigi yang rusak berubah warna menjadi abu-abu kehitaman. Diagnosis.  Degenerasi pulpa.  Tata laksana.  Bila tidak ada tenaga kesehatan gigi, gigi dibersihkan dengan semprit air, lalu dikeringkan dengan kapas. Bila sudah ada radang periapikal berikan antibiotik Amoksisilin 500 mg 3 x sehari selama 5 hari. Bila terjadi alergi amoksisilin gunakan antibiotika pilihan kedua, eritromisin atau kotrimoksazol. Pada kasus yang berat : berikan penisilin prokain.  600.000 IU/hari selama 3...