Skip to main content

Ginggivitis

Ginggivitis adalah inflamasi ginggiva marginal atau radang gusi.


Penyebab. 
Radang gusi (Ginggivitis) dapat disebabkan oleh faktor lokal maupun faktor sistemik. Faktor lokal, antara lain :
  1. Karang gigi.
  2. Bakteri.
  3. Sisa makanan (plak).
  4. Pemakaian sikat gigi yang salah.
  5. Merokok.
  6. Tambalan gigi yang kurang baik. 
Faktor sistemik, antara lain :
  1. Diabetes Melitus (DM).
  2. Ketidakseimbangan hormon (saat menstruasi.
  3. Kehamilan.
  4. Menopause.
  5. Pemakaian kontrasepsi.
  6. Keracunan logam dan sebagainya.

Gambaran Klinis. 
  1. Penderita biasanya mengeluh bau mulut.
  2. Gusi bengkak dan mudah berdarah.
  3. Tanpa nyeri, hanya kadang terasa gatal.
  4. Gusi tampak berwarna lebih merah dan mudah berdarah pada sondasi. 
  5. Kebersihan mulut biasanya buruk.

Gejala ginggivitis herpes :
  1. Disertai gejala herpes simpleks. 
  2. Tanda di gusi tidak disertai bau mulut.

Gejala ginggivitis perikoronitis :
  1. Gejalanya tergolong lebih berat.
  2. Demam.
  3. Sulit membuka mulut.

Diagnosis. 
Peradangan pada gusi.

Tata laksana. 
  1. Sarankan pasien untuk memperbaiki kebersihan mulut dan berkumur dengan obat kumur iodium povidon atau H2O2 3% 3 x sehari selama 3 hari. 
  2. Karang gigi dibersihkan dan lakukan fisioterapi oral.
  3. Bila dengan perbaikan kebersihan tidak sembuh, Amoksisilin 500 mg 3 x sehari selama 5 hari dan perlu diindikasikan kemungkinan sebab sistemik seperti Diabetes Melitus. 
  4. Ginggivitis Perikoronitis memerlukan antibiotik sistemik selama 5 hari : Amoksisilin atau eritromisin 500 mg 3 x sehari dan jika diperlukan lakukan pengangkatan operculum.





Comments

Popular posts from this blog

Penyakit Brahma, benarkah penyakit kutukan? Simak penjelasannya dalam ilmu medis

Indonesia kaya akan budaya yang sebagian masyarakatnya masih mempercayai tahayul. Dalam masyarakat Betawi, dikenal penyakit Brahma yang konon terjadi akibat melewati tempat bekas orang berzina. Penyakit tersebut diyakini hanya bisa disembuhkan dengan cara disembur oleh dukun kemudian dioleskan campuran daun brahma merah, jamur pandan merah dan minyak kelapa. Pada kasus yang terjadi, penderitanya datang dengan keluhan demam, muncul lesi seperti bisul berisi air disertai rasa panas seperti terbakar, beberapa diantaranya sampai meninggal dunia. Dalam ilmu kedokteran tidak dikenal penyakit Brahma air ataupun Brahma api. Dilihat dari gejala fisiknya, penyakit tersebut masuk dalam kategori infeksi akut. Jenis infeksi akut salah satunya adalah sepsis. Hampir 95% gejala penyakit Brahma (yang disebut oleh orang betawi), sesungguhnya merupakan gejala sepsis. Sepsis adalah kondisi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi bakteri ataupun mikroorganisme di dalam darah, uri...

Kasus medis Tinea Corporis pada bayi dan obatnya

Penjelasan kasus. Bayi perempuan berusia 3 bulan, mengalami keluhan sebagai berikut : Terdapat bercak berwarna putih di kulit sejak 1 bulan. Awalnya bercak tersebut hanya sedikit, namun semakin meluas. Bayi menjadi rewel. Dimandikan 2 kali sehari dengan sabun bayi. Tidak ada yang mengalami keluhan yang sama di keluarga. Diagnosis medis : Tinea Corporis. Differential diagnosis : Vitiligo. Pemeriksaan : Tes Kalium Hidroksida (KOH). Pemeriksaan lampu wood. Terapi yang diberikan : Mandi 2 kali sehari dengan air bersih dan sabun bayi. Pakaikan baju yang tipis dan nyaman untuk bayi. Jika bayi terlihat berkeringat segera keringkan, mandikan atau ganti pakaiannya. Hindari lingkungan yang panas dan lembab. Cetirizine drop 10mg/mL, 1 x 5 tetes. Ketoconazole 2% lotion, 2 x 1 ue oleskan. Kontrol kembali ke dokter 5 hari kemudian.

Kasus medis gatal dan panas di leher (Dermatitis Venenata)

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 40 tahun, ibu rumah tangga sehari-hari menggunakan jilbab datang dengan keluhan sebagai berikut : Muncul plenting di kulit leher sejak 3 minggu (plenting yang dimaksud adalah vesikel-bula). Plenting terasa gatal dan panas. Oleh dokter dikatakan pasien mengalami herpes. Sudah diberi acyclovir zaft dan acyclovir tab, obat sudah habis namun tidak sembuh. Diagnosis medis : Lesi hanya soliter dan terbatas pada 1 regional saja, menurut saya ini bukan herpes. Herpes tidak tepat diberikan acyclovir cream untuk kasus herpes zoster. Dari anamnesis dan gambaran dermatologi, pasien menderita Dermatitis Venenata. Terapi yang diberikan : Tes Kalium hidroksida (KOH) 10% dan lampu wood. Metilprednisolon tab 3 x 4 mg. Natrium diklofenak tab 3 x 50 mg prn. Cetirizine tab 1 x 10 mg prn. Digenta cream 2 x 1 ue. Kontrol kembali 5 hari kemudian.