Skip to main content

Gangren Pulpa

Gangren pulpa adalah kematian jaringan pulpa sebagian atau seluruhnya sebagai kelanjutan proses karies atau trauma.

Pulpa merupakan jaringan sensitif yang menyediakan oksigen, nutrisi dan indera perasa bagi gigi. 


Penyebab. 
Kematian jaringan pulpa dengan atau tanpa kehancuran jaringan pulpa. 

Gambaran Klinis. 
  • Tidak ada simtom sakit. 
  • Tanda klinis yang sering ditemui adalah jaringan pulpa mati, lisis dan berbau busuk. 
  • Gigi yang rusak berubah warna menjadi abu-abu kehitaman.

Diagnosis. 
Degenerasi pulpa. 

Tata laksana. 
  1. Bila tidak ada tenaga kesehatan gigi, gigi dibersihkan dengan semprit air, lalu dikeringkan dengan kapas.
  2. Bila sudah ada radang periapikal berikan antibiotik Amoksisilin 500 mg 3 x sehari selama 5 hari.
  3. Bila terjadi alergi amoksisilin gunakan antibiotika pilihan kedua, eritromisin atau kotrimoksazol. Pada kasus yang berat : berikan penisilin prokain. 
  4. 600.000 IU/hari selama 3 hari. Jika perlu diberi parasetamol 500 mg 3 x sehari.
  5. Sesudah peradangan reda, gigi dicabut atau pasien dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan syaraf.



Comments

Popular posts from this blog

Penyakit Brahma, benarkah penyakit kutukan? Simak penjelasannya dalam ilmu medis

Indonesia kaya akan budaya yang sebagian masyarakatnya masih mempercayai tahayul. Dalam masyarakat Betawi, dikenal penyakit Brahma yang konon terjadi akibat melewati tempat bekas orang berzina. Penyakit tersebut diyakini hanya bisa disembuhkan dengan cara disembur oleh dukun kemudian dioleskan campuran daun brahma merah, jamur pandan merah dan minyak kelapa. Pada kasus yang terjadi, penderitanya datang dengan keluhan demam, muncul lesi seperti bisul berisi air disertai rasa panas seperti terbakar, beberapa diantaranya sampai meninggal dunia. Dalam ilmu kedokteran tidak dikenal penyakit Brahma air ataupun Brahma api. Dilihat dari gejala fisiknya, penyakit tersebut masuk dalam kategori infeksi akut. Jenis infeksi akut salah satunya adalah sepsis. Hampir 95% gejala penyakit Brahma (yang disebut oleh orang betawi), sesungguhnya merupakan gejala sepsis. Sepsis adalah kondisi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi bakteri ataupun mikroorganisme di dalam darah, uri...

Kasus medis Tinea Corporis pada bayi dan obatnya

Penjelasan kasus. Bayi perempuan berusia 3 bulan, mengalami keluhan sebagai berikut : Terdapat bercak berwarna putih di kulit sejak 1 bulan. Awalnya bercak tersebut hanya sedikit, namun semakin meluas. Bayi menjadi rewel. Dimandikan 2 kali sehari dengan sabun bayi. Tidak ada yang mengalami keluhan yang sama di keluarga. Diagnosis medis : Tinea Corporis. Differential diagnosis : Vitiligo. Pemeriksaan : Tes Kalium Hidroksida (KOH). Pemeriksaan lampu wood. Terapi yang diberikan : Mandi 2 kali sehari dengan air bersih dan sabun bayi. Pakaikan baju yang tipis dan nyaman untuk bayi. Jika bayi terlihat berkeringat segera keringkan, mandikan atau ganti pakaiannya. Hindari lingkungan yang panas dan lembab. Cetirizine drop 10mg/mL, 1 x 5 tetes. Ketoconazole 2% lotion, 2 x 1 ue oleskan. Kontrol kembali ke dokter 5 hari kemudian.

Kasus medis gatal dan panas di leher (Dermatitis Venenata)

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 40 tahun, ibu rumah tangga sehari-hari menggunakan jilbab datang dengan keluhan sebagai berikut : Muncul plenting di kulit leher sejak 3 minggu (plenting yang dimaksud adalah vesikel-bula). Plenting terasa gatal dan panas. Oleh dokter dikatakan pasien mengalami herpes. Sudah diberi acyclovir zaft dan acyclovir tab, obat sudah habis namun tidak sembuh. Diagnosis medis : Lesi hanya soliter dan terbatas pada 1 regional saja, menurut saya ini bukan herpes. Herpes tidak tepat diberikan acyclovir cream untuk kasus herpes zoster. Dari anamnesis dan gambaran dermatologi, pasien menderita Dermatitis Venenata. Terapi yang diberikan : Tes Kalium hidroksida (KOH) 10% dan lampu wood. Metilprednisolon tab 3 x 4 mg. Natrium diklofenak tab 3 x 50 mg prn. Cetirizine tab 1 x 10 mg prn. Digenta cream 2 x 1 ue. Kontrol kembali 5 hari kemudian.