Skip to main content

Skin diseases that often affect children

Conditions ➡ Atopic dermatitis.
Location :
  • Face.
  • Elbow.
  • Knee.
Form of lesion :
  • Erythema plaque.
  • Excoriation.
  • Very dry skin.
  • Scaly.
  • Vesicular lesions.
Special Characteristics :
  • Petekie on the palate.
  • Strawberry tongue (white).
  • The CAN test is positive for streptococcal infection.

Condition ➡ Tinea infection.
Location :
  • Can infect all areas of the skin.
Form of lesion :
  • Alopecia or damaged hair follicles on the scalp (tinea capitis).
  • Patch or erythematous round plaque with raised edge and a clean center on the body (tinea corporis).
Special Characteristics :
  • Pityriasis rosea is often suspected.
  • Microscopy examination with potassium hydroxide staining can help make the diagnosis.
Condition ➡ Impetigo.
Location :
  • Nose and mouth.
Form of lesion :
  • Vesicles or pustules that form thick yellow crusts.
Special Characteristics :
  • Can be a primary or secondary infection.
  • The shape of bullae is typical of neonates.
  • The non-bullae form is more common in school-age children.
Condition ➡ Molluscum contagiosum.
Location :
  • Generally found on the face, arms, legs, body and armpits.
Form of lesion :
  • Small skin-colored or pearl white papules with umbilication at the center.
Special Characteristics :
  • Can be associated with dermatitis.
Condition ➡ Roseola infantum (exanthema subitum).
Location :
  • In the body, spreads peripherally.
Form of lesion :
  • Macula to maculopapul.
Special Characteristics :
  • It is often suspected of measles.

Comments

Popular posts from this blog

Penyakit Brahma, benarkah penyakit kutukan? Simak penjelasannya dalam ilmu medis

Indonesia kaya akan budaya yang sebagian masyarakatnya masih mempercayai tahayul. Dalam masyarakat Betawi, dikenal penyakit Brahma yang konon terjadi akibat melewati tempat bekas orang berzina. Penyakit tersebut diyakini hanya bisa disembuhkan dengan cara disembur oleh dukun kemudian dioleskan campuran daun brahma merah, jamur pandan merah dan minyak kelapa. Pada kasus yang terjadi, penderitanya datang dengan keluhan demam, muncul lesi seperti bisul berisi air disertai rasa panas seperti terbakar, beberapa diantaranya sampai meninggal dunia. Dalam ilmu kedokteran tidak dikenal penyakit Brahma air ataupun Brahma api. Dilihat dari gejala fisiknya, penyakit tersebut masuk dalam kategori infeksi akut. Jenis infeksi akut salah satunya adalah sepsis. Hampir 95% gejala penyakit Brahma (yang disebut oleh orang betawi), sesungguhnya merupakan gejala sepsis. Sepsis adalah kondisi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi bakteri ataupun mikroorganisme di dalam darah, uri...

Kasus medis gatal dan panas di leher (Dermatitis Venenata)

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 40 tahun, ibu rumah tangga sehari-hari menggunakan jilbab datang dengan keluhan sebagai berikut : Muncul plenting di kulit leher sejak 3 minggu (plenting yang dimaksud adalah vesikel-bula). Plenting terasa gatal dan panas. Oleh dokter dikatakan pasien mengalami herpes. Sudah diberi acyclovir zaft dan acyclovir tab, obat sudah habis namun tidak sembuh. Diagnosis medis : Lesi hanya soliter dan terbatas pada 1 regional saja, menurut saya ini bukan herpes. Herpes tidak tepat diberikan acyclovir cream untuk kasus herpes zoster. Dari anamnesis dan gambaran dermatologi, pasien menderita Dermatitis Venenata. Terapi yang diberikan : Tes Kalium hidroksida (KOH) 10% dan lampu wood. Metilprednisolon tab 3 x 4 mg. Natrium diklofenak tab 3 x 50 mg prn. Cetirizine tab 1 x 10 mg prn. Digenta cream 2 x 1 ue. Kontrol kembali 5 hari kemudian.

Kasus medis Tinea Corporis pada bayi dan obatnya

Penjelasan kasus. Bayi perempuan berusia 3 bulan, mengalami keluhan sebagai berikut : Terdapat bercak berwarna putih di kulit sejak 1 bulan. Awalnya bercak tersebut hanya sedikit, namun semakin meluas. Bayi menjadi rewel. Dimandikan 2 kali sehari dengan sabun bayi. Tidak ada yang mengalami keluhan yang sama di keluarga. Diagnosis medis : Tinea Corporis. Differential diagnosis : Vitiligo. Pemeriksaan : Tes Kalium Hidroksida (KOH). Pemeriksaan lampu wood. Terapi yang diberikan : Mandi 2 kali sehari dengan air bersih dan sabun bayi. Pakaikan baju yang tipis dan nyaman untuk bayi. Jika bayi terlihat berkeringat segera keringkan, mandikan atau ganti pakaiannya. Hindari lingkungan yang panas dan lembab. Cetirizine drop 10mg/mL, 1 x 5 tetes. Ketoconazole 2% lotion, 2 x 1 ue oleskan. Kontrol kembali ke dokter 5 hari kemudian.