Infeksi penyakit menular dapat tersebar secara langsung ataupun tidak langsung dari satu orang ke orang lainnya.
Infeksi penyakit menular disebabkan oleh mikro organisme patogenik, antara lain :
- Virus.
- Parasit.
- Jamur.
Tanda dan gejala yang muncul berbeda-beda tergantung organisme yang menyebabkan infeksi.
Respon tubuh terhadap infeksi.
- Suhu tubuh yang normal menjadi lebih tinggi dari biasanya.
- Kenaikan suhu tubuh merupakan hasil dari kenaikan produksi panas tubuh (menggigil) atau penurunan suhu tubuh (peripheral vasoconstriction).
Hipotalamus ➡ Hipotalamus membantu meregulasi suhu di seluruh tubuh ➡ Reseptor suhu : suhu tubuh normal menjadi lebih tinggi ➡ Konservasi panas : perubahan perilaku vasoconstriction | Produksi panas tubuh : kontraksi otot tak sadar (menggigil).
Demam sebagai reaksi tubuh terhadap infeksi.
Demam adalah peningkatan suhu tubuh (38°C atau lebih ) yang merupakan respon alami tubuh dalam melawan infeksi. Suhu tubuh normal anak sekitar 37°C. Anak yang sehat umumnya akan mengalami infeksi di usia 18 bulan setelah kelahiran.
Infeksi disertai demam yang umum terjadi pada anak-anak, antara lain :
- Flu ringan.
- Influenza.
- Diare akibat infeksi.
- Cacar air.
- Parvovirus B19 (slapped cheek).
- Hand food mouth disease (penyakit tangan kaki dan mulut).
- Batuk rejan/seratus hari (pertussis).
Gejala demam pada anak :
- Suhu tubuh tinggi.
- Kulit memerah.
- Menggigil dan dingin.
Infeksi saluran pernafasan.
INFLUENZA ➡
- Masa inkubasi : 1-4 hari.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : hari pertama hingga hari ke 5-7.
- Demam/menggigil.
- Radang tenggorokan.
- Batuk.
- Hidung tersumbat.
- Gejala LRTI.
- Nyeri sendi dan otot.
- Kelelahan.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Antibiotik.
- Bronkodiator.
- Terapi O².
Ketersediaan vaksin : Ada.
PNEUMONIA ➡
- Masa inkubasi : Tergantung pada patogen.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : Tergantung pada patogen.
Gejala :
- Nafas cepat.
- Batuk.
- Gejala LRTI.
- Saturasi O² rendah.
- Lesu.
- Demam.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Antibiotik.
- Bronkodiator.
- Terapi O².
Ketersediaan vaksin : Tidak ada.
RUBELLA ➡
- Masa inkubasi : 15-20 hari.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : hari ke 7 hingga hari ke 14 setelah bintik-bintik merah muncul.
Gejala :
- Ruam kemerahan.
- Pembengkakan kelenjar.
- Demam tinggi.
- Gejala infeksi saluran pernafasan atas.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Cegah terjadinya infeksi dalam kondisi hamil atau ingin hamil.
Ketersediaan vaksin : Ada.
CACAR AIR ➡
- Masa inkubasi : 1-3 minggu.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : 1-2 hari sebelum ruam atau setelah bintik air pecah.
Gejala :
- Ruam.
- Demam.
- Bintik kemerahan berisi air.
- Gejala infeksi saluran pernafasan atas.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Menggunakan pakaian yang longgar.
- Calamine lotion.
Ketersediaan vaksin : Ada.
MEASLES ➡
- Masa inkubasi : 7-12 hari.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : hari ke 4 hingga 4 hari setelah ruam menghilang.
Gejala :
- Gejala infeksi saluran pernafasan atas atau bawah.
- Demam.
- Ruam muncul setelah 3-4 hari.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Cari pertolongan medis jika gejala parah.
Ketersediaan vaksin : Ada.
PERTUSSIS ➡
- Masa inkubasi : 6-21 hari.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : Hari pertama hingga 3 minggu setelah batuk mulai.
Gejala :
- Gejala infeksi saluran pernafasan atas memburuk menjadi batuk rejan.
- Suara mendesus dari hidung setelah batuk.
- Tersedak/muntah.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Jika batuk bertambah parah atau batuk rejan berlanjut segera berobat ke rumah sakit.
Ketersediaan vaksin : Ada.
MENINGITIS ➡
- Masa inkubasi : Tergantung pada patogen.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : Tergantung pada patogen.
Gejala :
- Demam.
- Muntah.
- Kejang.
- Ketidakmampuan untuk minum.
- Lesu.
- Mudah marah.
- Sakit kepala.
- Sakit leher/leher kaku.
- Ruam yang tidak rata.
- Bola mata tidak simetris.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Antibiotik.
- Steroid.
- Antikonvulsan.
- Oksigen (jika terjadi hipoksemia).
Ketersediaan vaksin : Ada.
DEMAM TIFOID ➡
- Masa inkubasi : 6-30 hari.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : Di luar dari penghentian gejala.
Gejala :
- Nyeri perut.
- Sembelit.
- Muntah.
- Sakit kepala.
- Batuk.
- Ruam.
- Kaget.
- Kebingungan.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
Ketersediaan vaksin : Ada.
MUMPS ➡
- Masa inkubasi : 14-25 hari.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : Beberapa hari sebelum dan sesudah.
Gejala :
- Demam.
- Sakit kepala.
- Muntah.
- Ruam.
- Nyeri/bengkak pada sisi wajah dan di bawah dagu.
- Rasa tidak nyaman saat mengunyah.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Jika bertambah parah atau testis membengkak segera berobat ke rumah sakit.
Ketersediaan vaksin : Ada.
OTITIS MEDIA ➡
- Masa inkubasi : Tergantung pada penyebab.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : Tergantung pada penyebab.
Gejala :
- Nyeri.
- Demam.
- Nanah mengalir dari telinga.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Antibiotik.
Ketersediaan vaksin : Tidak ada.
PARVOVIRUS ➡
- Masa inkubasi : 1-20 hari.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : Hingga ruam muncul (dalam beberapa hari).
Gejala :
- Demam.
- Hidung berair.
- Ruam pipi.
- Ruam menyebar ke batang dan tungkai.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Ibu hamil harus menghindari kontak.
Ketersediaan vaksin : Tidak ada.
ROTAVIRUS ➡
- Masa inkubasi : 1-3 hari.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : Dalam 8 hari setelah diare terjadi.
Gejala :
- Diare.
- Sakit perut.
- Demam.
- Muntah.
- Gangguan elektrolit.
- Kehilangan nafsu makan.
- Dehidrasi.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Menjaga asupan cairan.
- Suplemen Zink.
- Tetap mengonsumsi makanan.
Ketersediaan vaksin : Ada.
INFEKSI SALURAN PENCERNAAN ➡
- Masa inkubasi : Berbeda-beda tergantung jenis mikrobanya.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : NA.
Gejala :
- Demam dalam waktu 24 jam tanpa penyebab yang jelas.
- Muntah.
- Gizi buruk.
- Iritabilitas.
- Keletihan.
- Keterlambatan perkembangan.
- Sakit perut.
- Sakit kuning (neonatus).
- Nyeri saat buang air kecil.
- Nyeri bagian perut (pinggang).
- Frekuensi buang air kecil meningkat.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Antibiotik.
- Cukup cairan.
Ketersediaan vaksin : Tidak ada.
INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (FLU RINGAN) ➡
- Masa inkubasi : Tergantung pada virus dan bakteri penyebab.
- Periode infeksi (relative of symptom onset) : Tergantung pada virus dan bakteri penyebab.
Gejala :
- Demam.
- Batuk.
- Bersin.
- Sakit kepala.
- Hidung tersumbat dan berair.
- Radang tenggorokan.
- Nyeri otot.
Penanganan yang direkomendasikan WHO :
- Paracetamol untuk meredakan demam atau nyeri yang berhubungan dengan infeksi.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Cukup cairan.
Ketersediaan vaksin : Beberapa vaksin dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran pernafasan atas (contohnya vaksin influenza).
Cara penyakit menular dapat tersebar.
Penyakit menular dapat tersebar dengan berbagai cara, antara lain :
- Dari seseorang ke orang lainnya.
- Gigitan serangga.
- Gigitan hewan.
- Konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.
- Terpapar organisme di lingkungan luar.
Cara mencegah penyebaran penyakit.
- Vaksinasi merupakan metode yang efektif untuk mencegah penyakit menular.
- Identifikasi dini terhadap infeksi.
- Mencuci tangan.
- Menetap di dalam rumah atau kamar ketika sedang sakit.
- Menyiapkan makanan dan minuman dengan bersih.
- Menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk.
- Tidak berbagi makan atau minuman dengan peralatan yang sama dengan orang yang sakit.
Penanganan infeksi berdasarkan tanda dan gejala.
Rekomendasi WHO untuk penanganan demam, sebagai berikut :
- Identifikasi demam dan tanda penyakit lainnya seperti batuk, hidung berair, kesulitan bernafas, sakit telinga, diare, kejang, masalah kulit.
- Identifikasi dan penanganan infeksi dengan pengobatan yang tepat, seperti malaria, pneumonia dan infeksi saluran pencernaan (penyebab utama kematian pada anak di dunia).
- Anak dengan gejala yang parah harus segera mendapatkan penanganan medis.
Penanganan medis diperlukan ketika :
Tanda bahaya pada umumnya ➡
- Indikasi dari penyakit yang parah (seperti kejang) perlu penanganan segera atau bantuan medis.
Masalah medis lainnya ➡
- Masalah medis yang tidak mendesak tetapi berlanjut (seperti batuk lebih dari 21 hari) memerlukan pemeriksaan atau bantuan medis.
PARACETAMOL ADALAH PILIHAN TEPAT DALAM PENANGANAN NYERI DAN DEMAM.
Paracetamol direkomendasikan untuk penanganan nyeri dan demam yang berhubungan dengan infeksi umum, seperti :
Flu dan demam ➡
- Paracetamol : Direkomendasikan.
- Ibuprofen : Direkomendasikan.
- Aspirin : Tidak direkomendasikan.
Demam setelah vaksinasi ➡
- Paracetamol : Direkomendasikan.
- Ibuprofen : Direkomendasikan.
- Aspirin : Tidak direkomendasikan.
Cacar air ➡
- Paracetamol : Direkomendasikan.
- Ibuprofen : Tidak direkomendasikan.
- Aspirin : Tidak direkomendasikan.
Campak ➡
- Paracetamol : Direkomendasikan.
- Ibuprofen : Direkomendasikan.
- Aspirin : Tidak direkomendasikan.
Rotavirus ➡
- Paracetamol : Direkomendasikan.
- Ibuprofen : Tidak direkomendasikan.
- Aspirin : Tidak direkomendasikan.
Catatan : aspirin tidak direkomendasikan karena berisiko terjadi sindrom Reye.
Anak yang terserang infeksi dapat jatuh sakit selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Comments
Post a Comment