Skip to main content

Obat Nystatin


  • Jenis obat : Anti jamur. 
  • Golongan : Obat resep. 
  • Manfaat : Mengatasi infeksi yang disebabkan oleh jamur.
  • Dikonsumsi oleh : Dewasa dan anak-anak. 
  • Bentuk obat : Obat cair dan topikal/obat oles (bubuk, krim, salep). 

Peringatan. 
  • Bagi wanita hamil, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui, tanyakan pada dokter sebelum menggunakan obat ini.
  • Pastikan Anda membaca aturan pemakaian sebelum menggunakan obat ini. Nystatin untuk kulit akan berbeda dengan nystatin untuk mulut atau vagina.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Nystatin. 
  • Dosis umum pemakaian nystatin untuk infeksi jamur pada mulut adalah 1 ml obat cair diteteskan ke mulut empat kali per hari. 
  • Untuk infeksi kulit, gunakan obat ini dua kali sehari atau sesuaikan anjuran dokter pada area kulit yang terinfeksi. 
  • Untuk infeksi jamur pada vagina, dosis umum per hari adalah 100.000-200.000 unit per hari. Dosis dan lama penggunaan obat akan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahannya.
Menggunakan Nystatin dengan Benar. 
  • Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dengan teliti sebelum menggunakan nystatin.
  • Untuk nystatin cair, kocok obat sebelum digunakan. Tentukan waktu konsumsi obat ini secara merata dalam satu hari dan konsumsi pada waktu yang sama tiap hari. Disarankan mengonsumsi obat ini setelah makan atau minum. Setelah mengonsumsi obat ini, Anda dilarang makan atau minum setidaknya selama 30 menit. Hal ini bertujuan agar obat tetap di dalam mulut.
  • Lanjutkan mengggunakan obat ini sesuai dosis yang diberikan oleh dokter, meski gejalanya sudah menghilang setelah beberapa hari. Menghentikan pemakaian obat ini terlalu cepat bisa menyebabkan infeksi berlanjut atau muncul kembali.
  • Bagi pasien yang memakai gigi palsu, disarankan untuk membersihkan dan melepaskan gigi palsunya pada malam hari. Gigi palsu juga bisa direndam dengan nystatin cair untuk menghilangkan jamur dari gigi palsu dan jangan lupa untuk mencucinya sebelum digunakan kembali. Tidak melepas gigi palsu pada malam hari menjadi salah satu faktor yang menyebabkan munculnya kandidiasis mulut.
  • Bagi penderita diabetes, lakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin. Kadar gula darah yang terkontrol bisa mengurangi risiko terkena infeksi jamur. Berhenti merokok juga menghindarkan risiko terkena kandidiasis mulut.
  • Bagi pasien yang lupa mengonsumsi nystatin jenis obat cair, konsumsi obat cair sesuai jadwal berikutnya, jangan menggandakan dosis yang terlewat.
  • Untuk nystatin topikal, hanya gunakan obat ini pada kulit. Bersihkan area yang bermasalah hingga merata. Lalu oles nystatin pada area yang sudah dibersihkan tersebut. Gunakan dua kali sehari atau sesuai anjuran dari dokter. Jangan memakai obat ini melebihi anjuran dari dokter. Cuci tangan setelah memakai obat ini.
  • Jangan menutupi area yang telah diolesi obat ini dengan perban atau pakaian yang ketat. Penutupan area yang diolesi atau ditaburi bedak nystatin bisa meningkatkan risiko terjadinya iritasi. Jika memakai obat ini pada bayi, hindari menggunakan popok yang terlalu ketat.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Nystatin. 
Reaksi tubuh seseorang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah :
  • Iritasi mulut.
  • Merasa mual atau ingin muntah.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Iritasi kulit dan kulit berwarna kemerahan.
Jika efek samping yang terjadi berkepanjangan atau Anda mengalami reaksi alergi, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.

Comments

Popular posts from this blog

Penyakit Brahma, benarkah penyakit kutukan? Simak penjelasannya dalam ilmu medis

Indonesia kaya akan budaya yang sebagian masyarakatnya masih mempercayai tahayul. Dalam masyarakat Betawi, dikenal penyakit Brahma yang konon terjadi akibat melewati tempat bekas orang berzina. Penyakit tersebut diyakini hanya bisa disembuhkan dengan cara disembur oleh dukun kemudian dioleskan campuran daun brahma merah, jamur pandan merah dan minyak kelapa. Pada kasus yang terjadi, penderitanya datang dengan keluhan demam, muncul lesi seperti bisul berisi air disertai rasa panas seperti terbakar, beberapa diantaranya sampai meninggal dunia. Dalam ilmu kedokteran tidak dikenal penyakit Brahma air ataupun Brahma api. Dilihat dari gejala fisiknya, penyakit tersebut masuk dalam kategori infeksi akut. Jenis infeksi akut salah satunya adalah sepsis. Hampir 95% gejala penyakit Brahma (yang disebut oleh orang betawi), sesungguhnya merupakan gejala sepsis. Sepsis adalah kondisi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi bakteri ataupun mikroorganisme di dalam darah, uri...

Kasus medis gatal dan panas di leher (Dermatitis Venenata)

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 40 tahun, ibu rumah tangga sehari-hari menggunakan jilbab datang dengan keluhan sebagai berikut : Muncul plenting di kulit leher sejak 3 minggu (plenting yang dimaksud adalah vesikel-bula). Plenting terasa gatal dan panas. Oleh dokter dikatakan pasien mengalami herpes. Sudah diberi acyclovir zaft dan acyclovir tab, obat sudah habis namun tidak sembuh. Diagnosis medis : Lesi hanya soliter dan terbatas pada 1 regional saja, menurut saya ini bukan herpes. Herpes tidak tepat diberikan acyclovir cream untuk kasus herpes zoster. Dari anamnesis dan gambaran dermatologi, pasien menderita Dermatitis Venenata. Terapi yang diberikan : Tes Kalium hidroksida (KOH) 10% dan lampu wood. Metilprednisolon tab 3 x 4 mg. Natrium diklofenak tab 3 x 50 mg prn. Cetirizine tab 1 x 10 mg prn. Digenta cream 2 x 1 ue. Kontrol kembali 5 hari kemudian.

Kasus medis ruam gatal di bawah payudara (Tinea corporis et regio thoracal) dan obatnya

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 28 tahun datang dengan keluhan sebagai berikut : Ruam di kulit bagian bawah payudara sejak seminggu. Ruam terasa gatal terutama saat berkeringat. Awalnya ruam berukuran kecil dan semakin membesar. Memakai pakaian ketat. Jarang mengganti pakaian saat berkeringat. Riwayat alergi (tidak ada). Riwayat diabetes melitus (tidak ada). Riwayat pemakaian lotion ataupun bedak di area tersebut (tidak ada). Riwayat hamil (tidak ada). Riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal (tidak ada). Keterangan : pasien telah memakai obat gentamisin krim selama 3 hari namun ruam tidak membaik. Status dermatologi : Terdapat plak eritema berbatas tegas dengan central healing. Diagnosis medis : Tinea corporis et regio thoracal. Untuk membuktikannya bisa dilakukan skin scraping dan diKOH mencari hifa dan spora. Terapi yang diberikan : Loratadin 2 x 1 tab. Mikonazol cream 2 x 1 ue dioles tipis. Obat golongan azole dan diberikan selama...