Skip to main content

Obat Miconazole

  • Jenis obat : Obat anti jamur. 
  • Golongan : Obat resep. 
  • Manfaat : Mengobati infeksi jamur pada kulit, mulut, vagina, dan kuku. 
  • Dikonsumsi oleh : Dewasa dan anak-anak. 
  • Bentuk obat : Oral gel, krim, salep, bedak, dan kapsul khusus untuk infeksi pada vagina. 

Peringatan. 
  • Bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui, sesuaikan dosis miconazole dengan anjuran dokter.
  • Tanyakan dosis miconazole untuk anak-anak kepada dokter.
  • Harap berhati-hati bagi pasien yang menderita gangguan hati, porfiria, mengonsumsi obat lain seperti warfarin, serta bagi pasien yang berusia di bawah 18 tahun.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Miconazole. 
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan miconazole dalam berbagai bentuk :
  • Krim dan salep, usia Dewasa : Oleskan secukupnya pada bagian yang terinfeksi 2-3 kali sehari. 
  • Bedak, usia Dewasa : Taburi secukupnya bagian yang terinfeksi 2 kali sehari. 
  • Oral gel, usia Dewasa : Oleskan ke bagian mulut yang mengalami infeksi 4 kali sehari setelah makan. 
  • Kapsul untuk infeksi jamur di vagina, usia wanita di atas 18 tahun : Masukkan 1 kapsul ke dalam vagina 1 kali sehari menjelang tidur malam (1 kapsul biasanya mengandung 1200 mg miconazole).
  • Tanyakan dosis miconazole untuk anak-anak kepada dokter.
Mengonsumsi Miconazole dengan Benar. 
  • Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan miconazole sebelum mulai menggunakannya.
  • Miconazole biasanya digunakan selama satu hingga dua minggu. Gunakanlah miconazole sesuai dengan jangka waktu yang dianjurkan oleh dokter. Biasanya obat ini masih harus tetap digunakan selama beberapa hari setelah gejala reda. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah infeksi datang kembali.
  • Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Bagi pasien yang lupa menggunakan miconazole, disarankan segera menggunakannya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis miconazole pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
  • Jika Anda menggunakan oral gel untuk mengobati infeksi jamur di mulut, sebaiknya jangan makan atau minum dahulu setengah jam setelah menggunakannya. Hal ini dimaksudkan agar efek obat dapat maksimal karena tidak tersapu oleh makanan atau minuman yang kita konsumsi. Jika infeksi jamur telah menyebar ke tenggorokan, kemungkinan dokter akan menganjurkan Anda untuk menelan oral gel tersebut.
  • Untuk mengurangi risiko terkena infeksi jamur di mulut, Anda disarankan untuk tidak merokok, mengontrol diabetes Anda, dan membersihkan mulut setelah menggunakan inhaler steroid jika Anda menderita sakit asma. Apabila Anda menggunakan gigi palsu, copot gigi tersebut menjelang tidur dan bersihkan gel miconazole. Jangan pakai gigi palsu saat tidur malam untuk mencegah risiko terkena infeksi jamur.
  • Kapsul miconazole yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur di vagina dapat menghancurkan lateks kondom. Jika Anda adalah wanita yang ingin menghindari kehamilan, jangan berhubungan seks dahulu ketika menjalani pengobatan dengan kapsul miconazole atau gunakan alat kontrasepsi selain kondom. Selain itu, berhubungan seks saat infeksi di vagina Anda belum sembuh juga berbahaya karena dapat menulari pasangan Anda.
  • Untuk mencegah infeksi jamur pada kulit, keringkan badan Anda dengan handuk jika terkena air, keringat atau setelah mandi, terutama di bagian-bagian lipatan. Infeksi jamur sering terjadi di area kulit yang lembap.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Miconazole. 
Sama seperti obat-obat lain, miconazole juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah menggunakan obat anti jamur ini adalah :
  • Diare.
  • Sakit kepala.
  • Sakit gigi.
  • Mulut terasa kering.
  • Nyeri dan bengkak pada gusi.
  • Adanya perubahan rasa di lidah.
  • Kulit terasa gatal.
  • Mual. 

Comments

Popular posts from this blog

Penyakit Brahma, benarkah penyakit kutukan? Simak penjelasannya dalam ilmu medis

Indonesia kaya akan budaya yang sebagian masyarakatnya masih mempercayai tahayul. Dalam masyarakat Betawi, dikenal penyakit Brahma yang konon terjadi akibat melewati tempat bekas orang berzina. Penyakit tersebut diyakini hanya bisa disembuhkan dengan cara disembur oleh dukun kemudian dioleskan campuran daun brahma merah, jamur pandan merah dan minyak kelapa. Pada kasus yang terjadi, penderitanya datang dengan keluhan demam, muncul lesi seperti bisul berisi air disertai rasa panas seperti terbakar, beberapa diantaranya sampai meninggal dunia. Dalam ilmu kedokteran tidak dikenal penyakit Brahma air ataupun Brahma api. Dilihat dari gejala fisiknya, penyakit tersebut masuk dalam kategori infeksi akut. Jenis infeksi akut salah satunya adalah sepsis. Hampir 95% gejala penyakit Brahma (yang disebut oleh orang betawi), sesungguhnya merupakan gejala sepsis. Sepsis adalah kondisi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi bakteri ataupun mikroorganisme di dalam darah, uri...

Kasus medis gatal dan panas di leher (Dermatitis Venenata)

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 40 tahun, ibu rumah tangga sehari-hari menggunakan jilbab datang dengan keluhan sebagai berikut : Muncul plenting di kulit leher sejak 3 minggu (plenting yang dimaksud adalah vesikel-bula). Plenting terasa gatal dan panas. Oleh dokter dikatakan pasien mengalami herpes. Sudah diberi acyclovir zaft dan acyclovir tab, obat sudah habis namun tidak sembuh. Diagnosis medis : Lesi hanya soliter dan terbatas pada 1 regional saja, menurut saya ini bukan herpes. Herpes tidak tepat diberikan acyclovir cream untuk kasus herpes zoster. Dari anamnesis dan gambaran dermatologi, pasien menderita Dermatitis Venenata. Terapi yang diberikan : Tes Kalium hidroksida (KOH) 10% dan lampu wood. Metilprednisolon tab 3 x 4 mg. Natrium diklofenak tab 3 x 50 mg prn. Cetirizine tab 1 x 10 mg prn. Digenta cream 2 x 1 ue. Kontrol kembali 5 hari kemudian.

Kasus medis ruam gatal di bawah payudara (Tinea corporis et regio thoracal) dan obatnya

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 28 tahun datang dengan keluhan sebagai berikut : Ruam di kulit bagian bawah payudara sejak seminggu. Ruam terasa gatal terutama saat berkeringat. Awalnya ruam berukuran kecil dan semakin membesar. Memakai pakaian ketat. Jarang mengganti pakaian saat berkeringat. Riwayat alergi (tidak ada). Riwayat diabetes melitus (tidak ada). Riwayat pemakaian lotion ataupun bedak di area tersebut (tidak ada). Riwayat hamil (tidak ada). Riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal (tidak ada). Keterangan : pasien telah memakai obat gentamisin krim selama 3 hari namun ruam tidak membaik. Status dermatologi : Terdapat plak eritema berbatas tegas dengan central healing. Diagnosis medis : Tinea corporis et regio thoracal. Untuk membuktikannya bisa dilakukan skin scraping dan diKOH mencari hifa dan spora. Terapi yang diberikan : Loratadin 2 x 1 tab. Mikonazol cream 2 x 1 ue dioles tipis. Obat golongan azole dan diberikan selama...