Tingginya angka gizi buruk di dunia bukanlah suatu kejadian yang terjadi tanpa alasan atau penyebab. Pasti ada penyebab tertentu yang menyebabkan gizi buruk terus melanda anak-anak, remaja ataupun orang dewasa.
Pencegahan gizi buruk.
Dalam pencegahan gizi buruk khususnya di Indonesia, pemerintah telah membuat program dengan nama Perbaikan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan. Program tersebut ditujukan pada semua ibu harus memperhatikan asupan nutrisi anaknya pada 270 hari selama masa kehamilan dan 730 hari berikutnya pada kehidupan pertama bayi. Perlu diketahui oleh seluruh masyarakat, bahwa pada 1000 hari pertama kehidupan bayi merupakan periode sensitif bagi pertumbuhan fisik, pertumbuhan mental dan kecerdasan anak. Program pemerintah tersebut bertujuan menekan angka gizi buruk atau memberantas gizi buruk di Indonesia. Bagi remaja ataupun orang dewasa pencegahan terhadap gizi buruk dapat dilakukan dengan selalu menjaga asupan makanan dengan nutrisi yang baik dan kurangi asupan makanan yang kurang sehat.
Gizi buruk memang tidak mudah dihindari, namun apabila sudah terlanjur mengalami gizi buruk maka langkah selanjutnya yang bisa lakukan adalah dengan melakukan pengobatan agar gizi buruk cepat teratasi dan dapat kembali sehat.
Penanganan gizi buruk.
Dalam menangani masalah gizi buruk, dokter akan menempuh beberapa langkah, antara lain :
- Fase stabilisasi.
- Fase transisi.
- Fase rehabilitasi.
Selanjutnya masuk dalam pengobatan gizi buruk. Setelah dokter melakukan pemeriksaan dan ditemukan jenis gizi buruk yang dialami, tahap selanjutnya adalah memberikan pengobatan.
Pengobatan pada gizi buruk meliputi :
Pemberian antibiotik.
Gizi buruk dapat menyebabkan kekebalan tubuh menurun,oleh sebab itu tubuh beresiko terkena penyakit infeksi. Antibiotik yang diberikan pada pasien gizi buruk hanya pada mereka yang juga disertai dengan infeksi penyakit.
Pemberian suplemen.
Selain dengan pemberian antibiotik, pasien juga akan diberi suplemen. Suplemen tersebut antara lain :
- Vitamin A.
- Mineral (asam folat dengan 5 kali pemberian untuk membantu memenuhi kecukupan nutrisi tubuh).
Menjaga keseimbangan asupan makanan.
Selain menempuh pengobatan dari dokter, pasien harus melakukan pengobatan mandiri seperti menjaga keseimbangan asupan makanan harian. Konsumsi makanan yang mengandung kalori dan protein yang cukup. Makanan dengan gizi seimbang juga dibutuhkan. Lakukan hal tersebut secara terus menerus dan bertahap mengikuti perkembangan gizi yang diperlukan.
Perawatan di rumah sakit.
Secara umum rumah sakit akan melakukan tatalaksana pada pasien yang mengalami gizi buruk, diantaranya :
- Mengatasi dan mencegah hipoglikemia.
- Mencegah hipotermi.
- Mengatasi dehidrasi kronis.
- Perbaikan pada keseimbangan cairan elektrolit tubuh.
- Pegobatan terhadap infeksi.
- Mengatasi kekurangan gizi mikronutrien.
- Memberikan makanan stab dan trans.
- Pemberian makanan untuk mengejar pertumbuhan.
- Pemberian stimulasi tumbuh kembang.
- Mempersiapkan tindakan lanjutan di rumah.
Prinsip dari pengobatan gizi buruk adalah melakukan pengobatan sedini mungkin sehingga kemungkinan sembuh juga lebih tinggi. Selain itu juga perlu menjaga keseimbangan nutrisi yang baik untuk tubuh.

Comments
Post a Comment