Kehamilan merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri setelah menikah. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu, dihitung dari waktu menstruasi terakhir dan kelahiran 38 minggu dari pembuahan. Makanan yang dimakan selama kehamilan merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung perkembangan janin yang tumbuh di dalam rahim.
Jenis makanan tertentu dapat menjadi faktor risiko keguguran pada kehamilan muda. Selain makanan yang dikonsumsi, faktor kesehatan selama kehamilan juga dipengaruhi oleh banyak faktor.
Mitos kehamilan masih banyak ditemukan di Indonesia sesuai dengan adat istiadat daerahnya. Mitos merupakan suatu keyakinan yang belum tentu terbukti benar. Contohnya adalah mitos-mitos seputar kehamilan. Ada beberapa mitos yang tidak masuk akal, namun ada pula mitos yang perlu untuk diteliti secara medis. Salah satunya adalah mengonsumsi buah nanas dapat menyebabkan keguguran.
Buah nanas (ananas comosus) merupakan buah yang banyak mengandung zat gizi, antara lain :
- Vitamin A.
- Kalsium.
- Fosfor.
- Magnesium.
- Zat besi.
- Natrium.
- Kalium.
- Dekstrosa.
- Sukrosa (gula tebu).
- Enzim bromelin (bromelain) yang merupakan 95% campuran protease sistein dan yang dapat menghidrolisis protein (proteolisis).
Selama ini buah nanas dianggap dapat mencegah kehamilan sehingga sering digunakan untuk mengatasi haid yang terlambat dan berpotensi sebagai abortivum. Nanas dianggap berbahaya jika dikonsumsi saat hamil karena dapat menyebabkan persalinan prematur bahkan abortus atau keguguran. Abortus adalah keluarnya janin dari uterus selama trimester pertama kehamilan 20 minggu atau kurang.
Buah nanas banyak mengandung enzim bromelin. Bromelin merupakan unsur pokok dari buah nanas yang sering digunakan dalam bidang farmasi dan makanan. Fungsi bromelin mirip dengan papain dan fisin, yaitu sebagai pemecah protein. Enzim bromelin dimanfaatkan sebagai bahan kontrasepsi (KB) untuk mencegah kehamilan.
Tetapi, ada penelitian lain yang memperbolehkan ibu hamil mengonsumsi buah nanas asalkan tidak berlebihan. Berlebihan diartikan mengonsumsi sebanyak 7-8 buah dalam seminggu. Kandungan bromelin yang ada dalam satu buah nanas kurang berpengaruh pada kontraksi uterus, sehingga tetap aman jika ibu hamil hanya sesekali mengonsumsi buah nanas.
Pada usia kehamilan tua (memasuki trimester ketiga), mengonsumsi buah nanas justru dianjurkan. Fungsi bromelin pada buah nanas yang dapat menyebabkan kontraksi pada uterus atau rahim, dapat membantu memperlancar proses kontraksi menjelang persalinan.
Faktanya : Ibu hamil boleh mengonsumsi buah nanas, asalkan tidak dalam jumlah yang berlebihan.

Comments
Post a Comment