Sejak dahulu MSG sudah digunakan sebagai zat penyedap makanan, namun nyatanya banyak orang yang berhasil menjadi dokter, insinyur, bahkan profesor. Lalu benarkah MSG menyebabkan kebodohan dan buruk bagi kesehatan?
Monosodium Glutamate (MSG) adalah senyawa yang sangat populer digunakan untuk memperlezat makanan dan banyak digunakan di Indonesia sejak waktu lampau. Meski menjadi penyedap rasa favorit banyak orang, MSG mulai diragukan efek sampingnya terhadap kesehatan karena munculnya isu bahwa MSG dapat membuat bodoh dan memperburuk kesehatan.
Isu tersebut mulai muncul tahun 1960, ketika banyak pelanggan dari restauran masakan china melaporkan pada Badan Keamanan Pangan Amerika (FDA), bahwa mereka mengalami keluhan fisik berupa sakit kepala, mual, muntah, mati rasa pada tubuh, sesak nafas, keringat deras, jantung berdebar dan lemas setelah makan makanan ber-MSG dari restauran tersebut. Selain isu tersebut, muncul juga penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi makanan dengan kandungan MSG yang tinggi menyebabkan obesitas di China.
Dari kejadian dan penelitian tersebut tentunya membuat masyarakat bingung bagaimana sebenarnya efek samping MSG bagi kecerdasan otak dan kesehatan? Untuk menjawab keraguan dan rasa khawatiran masyarakat, Badan Keamanan Pangan Amerika (FDA) telah menyatakan bahwa MSG aman digunakan sebagai bahan makanan, sehingga sekarang tidak perlu khawatir mencampurkan MSG ke dalam masakan. Pernyataan Badan Keamanan Pangan Amerika (FDA) juga disetujui oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kesimpulannya, MSG aman untuk dikonsumsi dan tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang ataupun memperburuk kesehatan dan obesitas. Tingkat kecerdasan dipengaruhi oleh faktor keturunan, gizi, dan stimulasi berpikir sejak masa pertumbuhan. Banyak faktor lain yang dapat memperburuk kesehatan serta menyebabkan obesitas, seperti merokok, kurang olahraga dan makan makanan berlemak dan karbohidrat tinggi.

Comments
Post a Comment