Skip to main content

Manfaat strawberry, buah asam yang sehat untuk bayi

Strawberry merupakan buah yang sudah sangat populer di masyarakat. Aroma buah strawberry banyak dijadikan campuran obat sirup agar disukai oleh anak-anak. Buah cantik berwarna merah ini juga cocok dijadikan cemilan ketika bayi sudah mulai mengenal makanan pendamping ASI (MPASI). Bayi yang sudah mulai belajar mengunyah makanan padat, dapat diberikan buah strawberry untuk merangsang gusi dan pertumbuhan giginya.


Strawberry identik dengan rasa asam, oleh karena itu sebagian masyarakat beranggapan buah ini tidak baik diberikan kepada bayi usia kurang dari 12 bulan. National Health and Medical Research Council (NHMRC) menyatakan bahwa, orang tua tidak perlu khawatir memperkenalkan jenis makanan apapun ketika bayi sudah memasuki masa MPASI, yaitu saat bayi usia 6 bulan. Hal ini bertujuan agar bayi dapat mengenal segala tekstur dan rasa makanan.


Di balik warna merahnya yang cantik, buah strawberry menyimpan banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh bayi. Di antaranya adalah :
  • Vitamin C : Memperkuat daya tahan tubuh dan membantu pemulihan ketika anak terserang penyakit.
  • Asam folat : membantu tubuh membentuk sel-sel darah.
  • Kalium : mengatur detak jantung bayi agar selalu normal dan mengoptimalkan fungsi otot.
  • Serat : mencegah bayi agar tidak sembelit dan melancarkan buang air besar.
  • Antioksidan : melindungi sel-sel tubuh bayi agar terhindar dari kerusakan akibat polusi di sekelilingnya.


Strawberry merupakan buah yang sehat untuk bayi. Kandungan gizinya bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan serat. Buah strawberry bisa dijadikan bubur atau cemilan disaat anak sudah dapat menggigit dan mengunyah. Saat pertama kali mencoba, mungkin bayi akan merasa kaget dengan rasanya yang asam.


Tips memperkenalkan buah strawberry pada bayi yang telah memasuki masa MPASI :
  1. Berikan buah strawberry yang sudah dihaluskan kepada bayi yang belum memiliki gigi.
  2. Apabila bayi sudah mampu menggigit dan mengunyah, berikan potongan-potongan strawberry atau biarkan bayi menggenggam utuh buah dan memakannya.
  3. Pada bayi di bawah usia 1 tahun, cukup berikan satu buah strawberry saja per hari, untuk menghindari terganggunya lambung karena rasanya yang asam.
  4. Hindari pemberian gula tambahan.
  5. Seiring bertambahnya usia, porsi buah dapat ditambah. Anak di bawah usia 3 tahun sebaiknya tidak mengkonsumsi strawberry lebih dari 2 buah per hari. Konsumsi serat dan gula yang berlebihan dapat membuat perut bayi kembung.
  6. Tidak perlu memaksa jika bayi tidak menyukai rasa asam. 
  7. Berikan buah lain yang memiliki rasa manis agar bayi dapat mengenal dan membedakan rasa.

Alergi rasa asam.
Beberapa kasus alergi dapat timbul akibat mengkonsumsi makanan asam. Menurut para ahli, rasa asam pada buah strawberry  bisa memicu alergi pada bayi, seperti :
  • Gatal-gatal di kulit.
  • Ruam merah pada kulit.
  • Diare.
Namun tidak perlu khawatir, angka kejadian alergi akibat mengkonsumsi buah sangat jarang terjadi. Orangtua dianjurkan untuk memperkenalkan segala jenis makanan kepada bayi dengan syarat gizinya harus terpenuhi.


Cara memilih buah strawberry yang aman untuk bayi :
  • Pilih buah strawberry organik yang proses tanamnya tidak menggunakan pestisida.
  • Berikan buah yang segar kepada bayi, jangan memberi buah yang sudah disimpan dalam waktu lama.
  • Pilih strawberry yang berwarna merah pekat, mengkilap dan masih terdapat tangkai buahnya.
  • Pilih buah strawberry yang warna daunnya sangat hijau.
  • Hindari memilih strawberry yang belum matang sempurna karena rasanya sangat asam dan kecut.
  • Jangan mencuci strawberry sebelum digunakan. Sebaiknya langsung simpan di dalam kulkas maksimal 2 hari. Dalam waktu 2 hari buah strawberry masih memiliki nutrisi yang maksimal.

Contoh makanan olahan buah strawberry yang dapat diberikan untuk bayi :
  • Plan yogurt dicampur dengan buah strawberry yang sudah dihaluskan.
  • ASI atau susu formula yang dicampur dengan pure strawberry.
  • Jika bayi sudah mampu menggigit dan mengunyah dengan baik, buah strawberry dapat berikan utuh.

Sejak anak mulai mengenal makanan padat, usahakan untuk selalu memberikan makanan yang memenuhi nilai gizi sesuai usia dan berat badannya. Perhatikan juga kelengkapan vitamin dan seratnya. Kenali anak dengan makanan yang memiliki rasa manis, asam, asin, bahkan pahit agar anak dapat membedakan rasa. Segala jenis buah pasti memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan. Jangan ragu memberikan buah yang memiliki rasa asam, asalkan dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Penyakit Brahma, benarkah penyakit kutukan? Simak penjelasannya dalam ilmu medis

Indonesia kaya akan budaya yang sebagian masyarakatnya masih mempercayai tahayul. Dalam masyarakat Betawi, dikenal penyakit Brahma yang konon terjadi akibat melewati tempat bekas orang berzina. Penyakit tersebut diyakini hanya bisa disembuhkan dengan cara disembur oleh dukun kemudian dioleskan campuran daun brahma merah, jamur pandan merah dan minyak kelapa. Pada kasus yang terjadi, penderitanya datang dengan keluhan demam, muncul lesi seperti bisul berisi air disertai rasa panas seperti terbakar, beberapa diantaranya sampai meninggal dunia. Dalam ilmu kedokteran tidak dikenal penyakit Brahma air ataupun Brahma api. Dilihat dari gejala fisiknya, penyakit tersebut masuk dalam kategori infeksi akut. Jenis infeksi akut salah satunya adalah sepsis. Hampir 95% gejala penyakit Brahma (yang disebut oleh orang betawi), sesungguhnya merupakan gejala sepsis. Sepsis adalah kondisi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi bakteri ataupun mikroorganisme di dalam darah, uri...

Kasus medis Tinea Corporis pada bayi dan obatnya

Penjelasan kasus. Bayi perempuan berusia 3 bulan, mengalami keluhan sebagai berikut : Terdapat bercak berwarna putih di kulit sejak 1 bulan. Awalnya bercak tersebut hanya sedikit, namun semakin meluas. Bayi menjadi rewel. Dimandikan 2 kali sehari dengan sabun bayi. Tidak ada yang mengalami keluhan yang sama di keluarga. Diagnosis medis : Tinea Corporis. Differential diagnosis : Vitiligo. Pemeriksaan : Tes Kalium Hidroksida (KOH). Pemeriksaan lampu wood. Terapi yang diberikan : Mandi 2 kali sehari dengan air bersih dan sabun bayi. Pakaikan baju yang tipis dan nyaman untuk bayi. Jika bayi terlihat berkeringat segera keringkan, mandikan atau ganti pakaiannya. Hindari lingkungan yang panas dan lembab. Cetirizine drop 10mg/mL, 1 x 5 tetes. Ketoconazole 2% lotion, 2 x 1 ue oleskan. Kontrol kembali ke dokter 5 hari kemudian.

Kasus medis gatal dan panas di leher (Dermatitis Venenata)

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 40 tahun, ibu rumah tangga sehari-hari menggunakan jilbab datang dengan keluhan sebagai berikut : Muncul plenting di kulit leher sejak 3 minggu (plenting yang dimaksud adalah vesikel-bula). Plenting terasa gatal dan panas. Oleh dokter dikatakan pasien mengalami herpes. Sudah diberi acyclovir zaft dan acyclovir tab, obat sudah habis namun tidak sembuh. Diagnosis medis : Lesi hanya soliter dan terbatas pada 1 regional saja, menurut saya ini bukan herpes. Herpes tidak tepat diberikan acyclovir cream untuk kasus herpes zoster. Dari anamnesis dan gambaran dermatologi, pasien menderita Dermatitis Venenata. Terapi yang diberikan : Tes Kalium hidroksida (KOH) 10% dan lampu wood. Metilprednisolon tab 3 x 4 mg. Natrium diklofenak tab 3 x 50 mg prn. Cetirizine tab 1 x 10 mg prn. Digenta cream 2 x 1 ue. Kontrol kembali 5 hari kemudian.