Skip to main content

Bahaya melakukan hubungan seks di kamar mandi

Agar hubungan selalu harmonis, setiap pasangan harus pandai mencari suasana baru agar tidak muncul rasa jenuh atau bosan. Salah satunya dalam hal melakukan hubungan seksual. Hubungan seksual yang dilakukan terus-menerus dalam suasana dan gaya yang selalu sama, menyebabkan timbulnya rasa bosan hingga menurunkan gairah seksual. Untuk menghilangkan rasa bosan tersebut, pasangan dapat mencari suasana berbeda dengan melakukan hubungan seksual di tempat lain selain kamar tidur.


Tempat lain yang biasanya menjadi pilihan untuk melakukan hubungan seksual, yaitu kamar mandi. Di kamar mandi, pasangan dapat melakukan hubungan seksual dengan suasana baru sambil bermain air, sabun dan lain sebagainya. Namun, melakukan hubungan seksual di kamar mandi memiliki risiko berbahaya bagi kesehatan.


Bahaya yang mengancam selama melakukan hubungan seks di kamar mandi, antara lain sebagai berikut :
  • Bagi wanita, hubungan seksual menjadi tidak menyenangkan karena vagina menjadi kesat terkena air.
  • Cairan pelumas vagina akan terbasuh air sehingga menjadi sulit saat melakukan penetrasi.
  • Vagina akan mudah iritasi karena cairan pelumas terbasuh air.
  • Jika menggunakan kondom, kondom yang basah terkena air akan mudah terlepas sehingga menyebabkan fungsi kondom menjadi tidak efektif.
  • Kamar mandi merupakan tempat lembab yang menjadi sarang ribuan jenis bakteri. Melakukan hubungan seksual di kamar mandi tanpa sadar, berisiko mengalami infeksi bakteri pada penis ataupun vagina.
  • Kamar mandi dapat menjadi tempat penularan virus penyakit kelamin.
  • Lantai kamar mandi yang licin terkena air dan sabun dapat menyebabkan risiko cidera seperti terpeleset atau jatuh.

Bagi pasangan yang menyukai sensasi berhubungan seksual di kamar mandi, boleh melakukannya asalkan tetap waspada agar terhindar dari risiko yang membahayakan kesehatan.



Tips berhubungan seks yang aman di kamar mandi :
  1. Pastikan kondisi kamar mandi bersih dari kotoran dan noda.
  2. Gunakan sendal agar tidak terpeleset.
  3. Gunakan kondom yang dapat dilumasi air. 
  4. Lakukan posisi bercinta di bawah aliran shower, air mengalir membuat pria lebih cepat ereksi.
  5. Doogy style merupakan posisi paling tepat  dalam melakukan hubungan seksual di kamar mandi.
  6. Hati-hati ketika berganti posisi agar tidak terjadi cidera.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk menciptakan aktivitas seksual yang berkesan dan tidak membosankan. Tidak harus dilakukan secara berlebihan, yang paling utama adalah ciptakan suasana yang nyaman agar pasangan dapat sama-sama mencapai kepuasan seksual. Aktivitas seksual yang menyenangkan dapat membuat ikatan suami istri semakin intim secara psikologis.

Comments

Popular posts from this blog

Penyakit Brahma, benarkah penyakit kutukan? Simak penjelasannya dalam ilmu medis

Indonesia kaya akan budaya yang sebagian masyarakatnya masih mempercayai tahayul. Dalam masyarakat Betawi, dikenal penyakit Brahma yang konon terjadi akibat melewati tempat bekas orang berzina. Penyakit tersebut diyakini hanya bisa disembuhkan dengan cara disembur oleh dukun kemudian dioleskan campuran daun brahma merah, jamur pandan merah dan minyak kelapa. Pada kasus yang terjadi, penderitanya datang dengan keluhan demam, muncul lesi seperti bisul berisi air disertai rasa panas seperti terbakar, beberapa diantaranya sampai meninggal dunia. Dalam ilmu kedokteran tidak dikenal penyakit Brahma air ataupun Brahma api. Dilihat dari gejala fisiknya, penyakit tersebut masuk dalam kategori infeksi akut. Jenis infeksi akut salah satunya adalah sepsis. Hampir 95% gejala penyakit Brahma (yang disebut oleh orang betawi), sesungguhnya merupakan gejala sepsis. Sepsis adalah kondisi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi bakteri ataupun mikroorganisme di dalam darah, uri...

Kasus medis Tinea Corporis pada bayi dan obatnya

Penjelasan kasus. Bayi perempuan berusia 3 bulan, mengalami keluhan sebagai berikut : Terdapat bercak berwarna putih di kulit sejak 1 bulan. Awalnya bercak tersebut hanya sedikit, namun semakin meluas. Bayi menjadi rewel. Dimandikan 2 kali sehari dengan sabun bayi. Tidak ada yang mengalami keluhan yang sama di keluarga. Diagnosis medis : Tinea Corporis. Differential diagnosis : Vitiligo. Pemeriksaan : Tes Kalium Hidroksida (KOH). Pemeriksaan lampu wood. Terapi yang diberikan : Mandi 2 kali sehari dengan air bersih dan sabun bayi. Pakaikan baju yang tipis dan nyaman untuk bayi. Jika bayi terlihat berkeringat segera keringkan, mandikan atau ganti pakaiannya. Hindari lingkungan yang panas dan lembab. Cetirizine drop 10mg/mL, 1 x 5 tetes. Ketoconazole 2% lotion, 2 x 1 ue oleskan. Kontrol kembali ke dokter 5 hari kemudian.

Kasus medis gatal dan panas di leher (Dermatitis Venenata)

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 40 tahun, ibu rumah tangga sehari-hari menggunakan jilbab datang dengan keluhan sebagai berikut : Muncul plenting di kulit leher sejak 3 minggu (plenting yang dimaksud adalah vesikel-bula). Plenting terasa gatal dan panas. Oleh dokter dikatakan pasien mengalami herpes. Sudah diberi acyclovir zaft dan acyclovir tab, obat sudah habis namun tidak sembuh. Diagnosis medis : Lesi hanya soliter dan terbatas pada 1 regional saja, menurut saya ini bukan herpes. Herpes tidak tepat diberikan acyclovir cream untuk kasus herpes zoster. Dari anamnesis dan gambaran dermatologi, pasien menderita Dermatitis Venenata. Terapi yang diberikan : Tes Kalium hidroksida (KOH) 10% dan lampu wood. Metilprednisolon tab 3 x 4 mg. Natrium diklofenak tab 3 x 50 mg prn. Cetirizine tab 1 x 10 mg prn. Digenta cream 2 x 1 ue. Kontrol kembali 5 hari kemudian.