Skip to main content

Istilah bau tangan pada bayi. Mitos atau fakta?

Hadirnya bayi kecil menjadi sosok yang menggemaskan di dalam keluarga. Rasa sayang dan gemas membuat orangtua selalu ingin menimang bayinya. Banyak orang percaya sering menggendong akan membuat bayi menjadi bau tangan. Bau tangan merupakan istilah yang berarti bayi akan sering menangis jika dibaringkan di kasur ataupun box bayi dan akan berhenti menangis jika berada di dalam gendongan tangan. Benarkah seperti itu ?



Secara naluri, bayi memang membutuhkan sentuhan orangtuanya terutama ibu untuk memberinya rasa nyaman. Selama bayi belum bisa merangkak dan berjalan, gendongan ibu menjadi penolong bayi untuk menemukan posisi yang membuatnya nyaman. 

Alasan bayi sering menangis biasanya disebabkan beberapa hal, diantaranya adalah :
  • Merasa haus/lapar.
  • Tidur dalam posisi tidak nyaman.
  • Ruangan terlalu dingin atau panas sehingga membuat bayi rewel.
  • Popok basah.
  • Sakit perut/sembelit.
  • Badan sakit atau gatal.

Alasan bayi menangis tidak selalu berarti ingin digendong. Namun sudah menjadi respon spontan bagi orang tua mengangkat dan menimang saat mendengar anaknya menangis. Sering menggendong bayi bukan sesuatu yang salah. Telah dilakukan penelitian di Kanada, bahkan menggendong bayi seharian penuh tidak menyebabkan efek negatif apapun. Justru dapat memperkuat ikatan batin ibu dan anak. Ikatan batin yang kuat inilah yang menyebabkan anak tidak bisa jauh dari ibu. 


Apa yang dilakukan ibu akan membentuk pola asuh anak. Ibu yang sering menggendong, membuat anak terbiasa dengan pola asuh seperti itu. Sehingga saat tidak digendong, bayi akan merasa gelisah dan tidak nyaman. Bijaklah dalam menerapkan pola asuh anak. Sebaiknya jangan langsung merespon tangisan anak dengan gendogan. Buat anak merasa senyaman mungkin tanpa harus digendong. 


Bayi akan merasa nyaman jika mendapat sentuhan lembut. Jika anak mengangis, tenangkan dengan menyentuh dan mengusap lembut. Carikan posisi yang nyaman, kemudian pastikan apa yang menjadi isyarat bayi. Gendongan sebagai langkah akhir jika bayi masih terus menangis. Istilah bau tangan merupakan FAKTA, karena berkaitan dengan kebiasaan pola asuh. 


Semua tergantung pilihan orangtua, jika anda tidak keberatan terus menerus menggendong bayi maka tidak ada salahnya dilakukan. Tapi jika anda memiliki banyak pekerjaan lain selain mengurus bayi, maka terapkan pola asuh mandiri sejak dini. Ungkapan kasih sayang tidak harus dengan menggendong. Berikan rasa nyaman kepada bayi dengan cara lain, tanpa membuatnya menjadi ketergantungan pada gendongan tangan ibu.



Comments

Popular posts from this blog

Penyakit Brahma, benarkah penyakit kutukan? Simak penjelasannya dalam ilmu medis

Indonesia kaya akan budaya yang sebagian masyarakatnya masih mempercayai tahayul. Dalam masyarakat Betawi, dikenal penyakit Brahma yang konon terjadi akibat melewati tempat bekas orang berzina. Penyakit tersebut diyakini hanya bisa disembuhkan dengan cara disembur oleh dukun kemudian dioleskan campuran daun brahma merah, jamur pandan merah dan minyak kelapa. Pada kasus yang terjadi, penderitanya datang dengan keluhan demam, muncul lesi seperti bisul berisi air disertai rasa panas seperti terbakar, beberapa diantaranya sampai meninggal dunia. Dalam ilmu kedokteran tidak dikenal penyakit Brahma air ataupun Brahma api. Dilihat dari gejala fisiknya, penyakit tersebut masuk dalam kategori infeksi akut. Jenis infeksi akut salah satunya adalah sepsis. Hampir 95% gejala penyakit Brahma (yang disebut oleh orang betawi), sesungguhnya merupakan gejala sepsis. Sepsis adalah kondisi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi bakteri ataupun mikroorganisme di dalam darah, uri...

Kasus medis gatal dan panas di leher (Dermatitis Venenata)

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 40 tahun, ibu rumah tangga sehari-hari menggunakan jilbab datang dengan keluhan sebagai berikut : Muncul plenting di kulit leher sejak 3 minggu (plenting yang dimaksud adalah vesikel-bula). Plenting terasa gatal dan panas. Oleh dokter dikatakan pasien mengalami herpes. Sudah diberi acyclovir zaft dan acyclovir tab, obat sudah habis namun tidak sembuh. Diagnosis medis : Lesi hanya soliter dan terbatas pada 1 regional saja, menurut saya ini bukan herpes. Herpes tidak tepat diberikan acyclovir cream untuk kasus herpes zoster. Dari anamnesis dan gambaran dermatologi, pasien menderita Dermatitis Venenata. Terapi yang diberikan : Tes Kalium hidroksida (KOH) 10% dan lampu wood. Metilprednisolon tab 3 x 4 mg. Natrium diklofenak tab 3 x 50 mg prn. Cetirizine tab 1 x 10 mg prn. Digenta cream 2 x 1 ue. Kontrol kembali 5 hari kemudian.

Kasus medis Tinea Corporis pada bayi dan obatnya

Penjelasan kasus. Bayi perempuan berusia 3 bulan, mengalami keluhan sebagai berikut : Terdapat bercak berwarna putih di kulit sejak 1 bulan. Awalnya bercak tersebut hanya sedikit, namun semakin meluas. Bayi menjadi rewel. Dimandikan 2 kali sehari dengan sabun bayi. Tidak ada yang mengalami keluhan yang sama di keluarga. Diagnosis medis : Tinea Corporis. Differential diagnosis : Vitiligo. Pemeriksaan : Tes Kalium Hidroksida (KOH). Pemeriksaan lampu wood. Terapi yang diberikan : Mandi 2 kali sehari dengan air bersih dan sabun bayi. Pakaikan baju yang tipis dan nyaman untuk bayi. Jika bayi terlihat berkeringat segera keringkan, mandikan atau ganti pakaiannya. Hindari lingkungan yang panas dan lembab. Cetirizine drop 10mg/mL, 1 x 5 tetes. Ketoconazole 2% lotion, 2 x 1 ue oleskan. Kontrol kembali ke dokter 5 hari kemudian.