Pada dasarnya air seni (urine) merupakan cairan tubuh yang memang harus dibuang. Urine bersumber dari hasil metabolisme tubuh yang dikeluarkan melalui saluran pembuangan. Tubuh otomatis melakukan proses ekskresi untuk mengeluarkan urine sebagai hasil dari sisa metabolisme. Proses ekskresi adalah proses pembuangan sisa-sisa zat dari dalam tubuh. Urine sengaja dikeluarkan untuk membersihkan sel-sel darah dan menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.
Pembuangan cairan tubuh dikerjakan oleh ginjal, dengan proses sebagai berikut :
![]() |
| image source : medicaljrcc |
- Aliran darah yang membawa sisa-sisa metabolisme masuk ke dalam ginjal dan disaring.
- Hasil dari penyaringan akan diserap kembali. Penyerapan kembali zat-zat disebut reabsorsi. Dalam proses reabsorsi zat-zat baik dalam cairan akan diserap kembali oleh tubuh dan sisanya akan dibuang.
- Sisa zat yang tidak diserap tubuh akan masuk ke saluran tubuler, proses ini disebut sekresi tubuler.
- Setelah proses sekresi tubuler, sisa zat akan melewati ureter dan dikumpulkan di dalam kandung kemih.
- Setelah jumlahnya cukup banyak akan dikeluarkan melalui saluran uretra, menjadi cairan yang disebut urine.
Sejauh ini belum ada pernyataan medis yang membuktikan bahwa minum urine bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia ataupun membuat awet muda. Melihat proses tubuh bekerja, sesungguhnya urine merupakan zat yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Tubuh dengan sendirinya sudah memilih zat yang dibutuhkan dan sisanya dibuang dalam bentuk urine.
Sebagai sisa metabolisme, warna urine dapat dijadikan indikator kesehatan atau penyakit di dalam tubuh.
- Warna urine bening agak kekuningan : menandakan tubuh sudah cukup cairan atau bahkan cenderung berlebihan cairan.
- Warna urine kuning : warna ini menandakan urine yang normal.
- Warna urine kuning pekat : menandakan tubuh mengalami dehirasi yaitu kekurangan cairan tubuh.
- Warna urine kuning kemerahan : menandakan terjadinya peradangan atau infeksi di dalam tubuh, adanya gejala batu ginjal dan penyakit ganas yang menyebabkan urine bercampur darah.
- Warna urine coklat pekat seperti teh : menandakan adanya penyakit hepatitis. Urine berwarna cokelat disebabkan oleh kadar bilirubin yang meningkat akibat terjadinya kerusakan atau gangguan penyakit hepatitis.
Tes urine dapat dilakukan dengan dip tes, yaitu pemeriksaan urine menggunakan kertas laksmus yang dicelupkan ke dalam urine.
Alasan minum urine untuk kesehatan tubuh secara medis belum dapat dibenarkan. Urine yang dikeluarkan bersamaan dengan bakteri justru berisiko mengancam kesehatan. Sebaiknya hindari segala sesuatu yang kebenarannya belum terbukti terutama dalam hal kesehatan tubuh.

Comments
Post a Comment