Skip to main content

Benarkah lahir dengan bantuan alat vakum menyebabkan anak bodoh?

Mengejan atau mendorong bayi menuju jalan lahir mungkin menjadi hal yang menakutkan bagi wanita yang akan menjalani proses melahirkan secara normal. Apalagi jika ini merupakan pengalaman pertama melahirkan. Selain harus menahan rasa sakit, terkadang proses melahirkan mengalami berbagai hambatan. Salah satunya kepala bayi yang sulit keluar. Dalam kondisi tersebut dokter akan melakukan tindakan ekstrasi vakum. Ekstrasi vakum adalah proses persalinan dengan bantuan alat vakum. Ekstrasi vakum dilakukan untuk membantu menarik kepala bayi ketika ibu mengejan (kontraksi). 

ekstrasi vakum

Di kalangan masyarakat beredar rumor bahwa penggunaan alat vakum menyebabkan turunnya tingkat kecerdasan anak (bodoh). Benarkah seperti itu? 

Vakum merupakan alat pompa penghisap silikon yang berbentuk cekung seperti topi. Pompa penghisap berfungsi untuk menarik kepala bayi.

Penggunaan alat vakum dilakukan saat terjadi kondisi seperti :
  • Kepala bayi sudah di bawah, namun ibu kurang memiliki kekuatan untuk mengejan.
  • Kepala bayi sudah berada di dasar panggul.
  • Janin mengalami kekurangan oksigen sehingga harus cepat dikeluarkan.
  • Kondisi gawat denyut jantung janin lebih dari 160 kali/menit atau kurang dari 120 kali/menit.

Melahirkan dengan bantuan alat vakum memang berisiko terjadi trauma pada kepala bayi dan vagina ibu. Namun dokter akan berusaha memperkecil risiko dengan memastikan posisi vakum terpasang dengan benar pada kepala bayi. 

Risiko yang dapat terjadi dari penggunaan alat vakum :
  • Terkumpul cairan di bawah permukaan kulit kepala bayi.
  • Luka pada kepala bayi yang masih lunak.
  • Luka pada jaringan vagina ibu akibat terjepit alat vakum.
  • Pendarahan otak meskipun angka kejadiannya sangat kecil pada bayi yang divakum.

Dengan berbagai risiko yang dapat terjadi, ekstrasi vakum tidak mempengaruhi kecerdasan anak di kemudian hari. 

Faktor kecerdasan anak dipengaruhi oleh :
Genetika. 
Faktor genetika menjadi penentu utama kecerdasan seorang anak. Seorang ibu yang cerdas terbukti melahirkan anak-anak yang cerdas. Sifat bawaan genetika terbentuk sejak masa awal pertumbuhan janin.


Nutrisi lengkap.
Kecerdasan anak bergantung pada 1000 hari pertama kehidupan. Nutrisi lengkap merupakan komponen pembentuk otak dan jaringan tubuh. Mengkonsumsi makanan bernutrisi tinggi dan seimbang sejak masa kehamilan hingga bayi mencapai masa pertumbuhan, terbukti meningkatkan kecerdasan anak. 

Nutrisi yang harus dipenuhi sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan antara lain :
  • Asam folat.
  • Kalsium.
  • Vitamin D.
  • Vitamin E.
  • Zat besi.
  • Omega-3.
  • Vitamin B6.
  • Asam lemak esensial (EFA).
  • Magnesium.
  • Kalium.
  • Serat.
  • Potasium.

Faktor lingkungan.
Faktor lingkungan mempengaruhi kesehatan anak sejak masa kehamilan hingga tumbuh dewasa. Beberapa hal yang mempengaruhi antara lain :
  • Pola asuh.
  • Kondisi stress.
  • Pengaruh hormon.
  • Kasih sayang.
  • Stimulasi otak.
  • Perawatan kesehatan jasmani dan rohani.
  • Sanitasi.
  • Sandang, pangan, papan.

Tingkat kecerdasan tiap anak berbeda-beda. Yang terpenting adalah berikan anak nutrisi yang baik agar perkembangan otak dan fisiknya optimal. Lahir dengan alat vakum menyebabkan kebodohan adalah mitos. Sebarkan informasi ini agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar.

Comments

  1. Ya mudah-mudahan itu hanya mitos,.
    Agak was-was juga sebab, anak istri saya sempat melahirkan dengan bantuan vacum, walau akhirnya di sesar, namun dokter yang membantu persalinan istri saya, mengatakan efek vacum, salahsatunya bisa membuat anak bodoh.. 😫

    Smoga hal tersebut tidak terjadi pada anak saya ataupun lainnya..

    Amin..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Penyakit Brahma, benarkah penyakit kutukan? Simak penjelasannya dalam ilmu medis

Indonesia kaya akan budaya yang sebagian masyarakatnya masih mempercayai tahayul. Dalam masyarakat Betawi, dikenal penyakit Brahma yang konon terjadi akibat melewati tempat bekas orang berzina. Penyakit tersebut diyakini hanya bisa disembuhkan dengan cara disembur oleh dukun kemudian dioleskan campuran daun brahma merah, jamur pandan merah dan minyak kelapa. Pada kasus yang terjadi, penderitanya datang dengan keluhan demam, muncul lesi seperti bisul berisi air disertai rasa panas seperti terbakar, beberapa diantaranya sampai meninggal dunia. Dalam ilmu kedokteran tidak dikenal penyakit Brahma air ataupun Brahma api. Dilihat dari gejala fisiknya, penyakit tersebut masuk dalam kategori infeksi akut. Jenis infeksi akut salah satunya adalah sepsis. Hampir 95% gejala penyakit Brahma (yang disebut oleh orang betawi), sesungguhnya merupakan gejala sepsis. Sepsis adalah kondisi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi bakteri ataupun mikroorganisme di dalam darah, uri...

Kasus medis gatal dan panas di leher (Dermatitis Venenata)

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 40 tahun, ibu rumah tangga sehari-hari menggunakan jilbab datang dengan keluhan sebagai berikut : Muncul plenting di kulit leher sejak 3 minggu (plenting yang dimaksud adalah vesikel-bula). Plenting terasa gatal dan panas. Oleh dokter dikatakan pasien mengalami herpes. Sudah diberi acyclovir zaft dan acyclovir tab, obat sudah habis namun tidak sembuh. Diagnosis medis : Lesi hanya soliter dan terbatas pada 1 regional saja, menurut saya ini bukan herpes. Herpes tidak tepat diberikan acyclovir cream untuk kasus herpes zoster. Dari anamnesis dan gambaran dermatologi, pasien menderita Dermatitis Venenata. Terapi yang diberikan : Tes Kalium hidroksida (KOH) 10% dan lampu wood. Metilprednisolon tab 3 x 4 mg. Natrium diklofenak tab 3 x 50 mg prn. Cetirizine tab 1 x 10 mg prn. Digenta cream 2 x 1 ue. Kontrol kembali 5 hari kemudian.

Kasus medis Tinea Corporis pada bayi dan obatnya

Penjelasan kasus. Bayi perempuan berusia 3 bulan, mengalami keluhan sebagai berikut : Terdapat bercak berwarna putih di kulit sejak 1 bulan. Awalnya bercak tersebut hanya sedikit, namun semakin meluas. Bayi menjadi rewel. Dimandikan 2 kali sehari dengan sabun bayi. Tidak ada yang mengalami keluhan yang sama di keluarga. Diagnosis medis : Tinea Corporis. Differential diagnosis : Vitiligo. Pemeriksaan : Tes Kalium Hidroksida (KOH). Pemeriksaan lampu wood. Terapi yang diberikan : Mandi 2 kali sehari dengan air bersih dan sabun bayi. Pakaikan baju yang tipis dan nyaman untuk bayi. Jika bayi terlihat berkeringat segera keringkan, mandikan atau ganti pakaiannya. Hindari lingkungan yang panas dan lembab. Cetirizine drop 10mg/mL, 1 x 5 tetes. Ketoconazole 2% lotion, 2 x 1 ue oleskan. Kontrol kembali ke dokter 5 hari kemudian.