Mengejan atau mendorong bayi menuju jalan lahir mungkin menjadi hal yang menakutkan bagi wanita yang akan menjalani proses melahirkan secara normal. Apalagi jika ini merupakan pengalaman pertama melahirkan. Selain harus menahan rasa sakit, terkadang proses melahirkan mengalami berbagai hambatan. Salah satunya kepala bayi yang sulit keluar. Dalam kondisi tersebut dokter akan melakukan tindakan ekstrasi vakum. Ekstrasi vakum adalah proses persalinan dengan bantuan alat vakum. Ekstrasi vakum dilakukan untuk membantu menarik kepala bayi ketika ibu mengejan (kontraksi).
![]() |
| ekstrasi vakum |
Di kalangan masyarakat beredar rumor bahwa penggunaan alat vakum menyebabkan turunnya tingkat kecerdasan anak (bodoh). Benarkah seperti itu?
Vakum merupakan alat pompa penghisap silikon yang berbentuk cekung seperti topi. Pompa penghisap berfungsi untuk menarik kepala bayi.
Penggunaan alat vakum dilakukan saat terjadi kondisi seperti :
- Kepala bayi sudah di bawah, namun ibu kurang memiliki kekuatan untuk mengejan.
- Kepala bayi sudah berada di dasar panggul.
- Janin mengalami kekurangan oksigen sehingga harus cepat dikeluarkan.
- Kondisi gawat denyut jantung janin lebih dari 160 kali/menit atau kurang dari 120 kali/menit.
Risiko yang dapat terjadi dari penggunaan alat vakum :
- Terkumpul cairan di bawah permukaan kulit kepala bayi.
- Luka pada kepala bayi yang masih lunak.
- Luka pada jaringan vagina ibu akibat terjepit alat vakum.
- Pendarahan otak meskipun angka kejadiannya sangat kecil pada bayi yang divakum.
Dengan berbagai risiko yang dapat terjadi, ekstrasi vakum tidak mempengaruhi kecerdasan anak di kemudian hari.
Faktor kecerdasan anak dipengaruhi oleh :
Genetika.
Faktor genetika menjadi penentu utama kecerdasan seorang anak. Seorang ibu yang cerdas terbukti melahirkan anak-anak yang cerdas. Sifat bawaan genetika terbentuk sejak masa awal pertumbuhan janin.
Nutrisi lengkap.
Kecerdasan anak bergantung pada 1000 hari pertama kehidupan. Nutrisi lengkap merupakan komponen pembentuk otak dan jaringan tubuh. Mengkonsumsi makanan bernutrisi tinggi dan seimbang sejak masa kehamilan hingga bayi mencapai masa pertumbuhan, terbukti meningkatkan kecerdasan anak.
Nutrisi yang harus dipenuhi sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan antara lain :
- Asam folat.
- Kalsium.
- Vitamin D.
- Vitamin E.
- Zat besi.
- Omega-3.
- Vitamin B6.
- Asam lemak esensial (EFA).
- Magnesium.
- Kalium.
- Serat.
- Potasium.
Faktor lingkungan.
Faktor lingkungan mempengaruhi kesehatan anak sejak masa kehamilan hingga tumbuh dewasa. Beberapa hal yang mempengaruhi antara lain :
- Pola asuh.
- Kondisi stress.
- Pengaruh hormon.
- Kasih sayang.
- Stimulasi otak.
- Perawatan kesehatan jasmani dan rohani.
- Sanitasi.
- Sandang, pangan, papan.
Tingkat kecerdasan tiap anak berbeda-beda. Yang terpenting adalah berikan anak nutrisi yang baik agar perkembangan otak dan fisiknya optimal. Lahir dengan alat vakum menyebabkan kebodohan adalah mitos. Sebarkan informasi ini agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar.

Ya mudah-mudahan itu hanya mitos,.
ReplyDeleteAgak was-was juga sebab, anak istri saya sempat melahirkan dengan bantuan vacum, walau akhirnya di sesar, namun dokter yang membantu persalinan istri saya, mengatakan efek vacum, salahsatunya bisa membuat anak bodoh.. 😫
Smoga hal tersebut tidak terjadi pada anak saya ataupun lainnya..
Amin..