Skip to main content

Kebiasaan kecil yang berdampak buruk bagi otak

Otak merupakan organ penting yang terdapat pada tubuh. Letaknya dilindungi oleh tulang tengkorak yang sangat keras. Otak terdiri dari sistem saraf yang mengatur seluruh fungsi organ dan sel-sel tubuh. Kesehatan otak sangat penting dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Jika otak rusak maka rusaklah semua sistem tubuh.

image source: hallodokter


Sayangi otak anda dan ada baiknya jika anda memahami kebiasaan-kebiasaan kecil yang dianggap remeh namun berdampak negatif pada otak, di antaranya : 
  • Tidak mau sarapan.
Banyak orang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini mengakibatkan kurangnya asupan nutrisi pada otak yang mengakibatkan kemunduran fungsi otak.
  • Kebanyakan makan.
Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya mengarahkan pada mundurnya kekuatan mental. Jadi, makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri untuk berhenti makan sebelum anda kenyang.
  • Merokok.
Merokok memiliki banyak efek buruk, salah satunya adalah membuat otak menyusut secara perlahan dan kehilangan fungsi-fungsinya. Menyebabkan seseorang rawan menderita penyakit alzeimer (kepikunan).
  • Terlalu banyak mengkonsumsi gula.
Banyak mengkonsumsi gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. 
  • Polusi udara.
Otak adalah organ tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi menyebabkan kerja otak tidak efisien. 
  • Kurang tidur.
Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat anda menjadi malas. Waktu tidur yang cukup adalah 5-8 jam sehari agar sehat dan bugar.
  • Kurangnya stimulasi otak.
Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurangnya berpikir akan membuat otak menyusut dan tidak berfungsi maksimal. Jadi, rajin-rajinlah membaca, mendengarkan musik, bermain catur, scrabble, dll.


Mengingat pentingnya fungsi otak, menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan otak. Hindari kebiasaan-kebiasaan yang dapat menurunkan fungsi otak. Berikan terus strimulasi agar otak terbiasa menjalankan fungsinya dengan baik.

Comments

Popular posts from this blog

Penyakit Brahma, benarkah penyakit kutukan? Simak penjelasannya dalam ilmu medis

Indonesia kaya akan budaya yang sebagian masyarakatnya masih mempercayai tahayul. Dalam masyarakat Betawi, dikenal penyakit Brahma yang konon terjadi akibat melewati tempat bekas orang berzina. Penyakit tersebut diyakini hanya bisa disembuhkan dengan cara disembur oleh dukun kemudian dioleskan campuran daun brahma merah, jamur pandan merah dan minyak kelapa. Pada kasus yang terjadi, penderitanya datang dengan keluhan demam, muncul lesi seperti bisul berisi air disertai rasa panas seperti terbakar, beberapa diantaranya sampai meninggal dunia. Dalam ilmu kedokteran tidak dikenal penyakit Brahma air ataupun Brahma api. Dilihat dari gejala fisiknya, penyakit tersebut masuk dalam kategori infeksi akut. Jenis infeksi akut salah satunya adalah sepsis. Hampir 95% gejala penyakit Brahma (yang disebut oleh orang betawi), sesungguhnya merupakan gejala sepsis. Sepsis adalah kondisi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi bakteri ataupun mikroorganisme di dalam darah, uri...

Kasus medis gatal dan panas di leher (Dermatitis Venenata)

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 40 tahun, ibu rumah tangga sehari-hari menggunakan jilbab datang dengan keluhan sebagai berikut : Muncul plenting di kulit leher sejak 3 minggu (plenting yang dimaksud adalah vesikel-bula). Plenting terasa gatal dan panas. Oleh dokter dikatakan pasien mengalami herpes. Sudah diberi acyclovir zaft dan acyclovir tab, obat sudah habis namun tidak sembuh. Diagnosis medis : Lesi hanya soliter dan terbatas pada 1 regional saja, menurut saya ini bukan herpes. Herpes tidak tepat diberikan acyclovir cream untuk kasus herpes zoster. Dari anamnesis dan gambaran dermatologi, pasien menderita Dermatitis Venenata. Terapi yang diberikan : Tes Kalium hidroksida (KOH) 10% dan lampu wood. Metilprednisolon tab 3 x 4 mg. Natrium diklofenak tab 3 x 50 mg prn. Cetirizine tab 1 x 10 mg prn. Digenta cream 2 x 1 ue. Kontrol kembali 5 hari kemudian.

Kasus medis Tinea Corporis pada bayi dan obatnya

Penjelasan kasus. Bayi perempuan berusia 3 bulan, mengalami keluhan sebagai berikut : Terdapat bercak berwarna putih di kulit sejak 1 bulan. Awalnya bercak tersebut hanya sedikit, namun semakin meluas. Bayi menjadi rewel. Dimandikan 2 kali sehari dengan sabun bayi. Tidak ada yang mengalami keluhan yang sama di keluarga. Diagnosis medis : Tinea Corporis. Differential diagnosis : Vitiligo. Pemeriksaan : Tes Kalium Hidroksida (KOH). Pemeriksaan lampu wood. Terapi yang diberikan : Mandi 2 kali sehari dengan air bersih dan sabun bayi. Pakaikan baju yang tipis dan nyaman untuk bayi. Jika bayi terlihat berkeringat segera keringkan, mandikan atau ganti pakaiannya. Hindari lingkungan yang panas dan lembab. Cetirizine drop 10mg/mL, 1 x 5 tetes. Ketoconazole 2% lotion, 2 x 1 ue oleskan. Kontrol kembali ke dokter 5 hari kemudian.