Skip to main content

Telapak tangan dan kaki berkeringat

Keluhan keluarnya keringat dari telapak tangan atau kaki, apakah benar ini merupakan indikasi gangguan jantung atau ada gangguan lainnya? Menghubungkan telapak tangan atau kaki berkeringat dengan penyakit jantung adalah mitos. Keringat dihasilkan oleh kelenjar keringat yang terdapat di telapak tangan dan kaki. Stress ataupun panik dapat memicu kelenjar keringat di telapak memproduksi keringat berlebih. Pada saat stress tanpa disadari tubuh bereaksi dan merespon kelenjar keringat.


Palmar Hyperhidrosis adalah gangguan keringat berlebih pada telapak tangan.
Plantar Hyperhidrosis adalah gangguan keringat berlebih pada telapak kaki.
Tapi, bagaimana jika tidak dalam kondisi stress dan berada di suhu ruangan yang dingin, namun telapak tanggan tetap berkeringat?


Telapak tangan dan kaki yang mengeluarkan keringat berlebih disebabkan oleh faktor genetik (riwayat keturunan). Ini bukan suatu penyakit, namun gangguan tersebut sering membuat rasa tidak nyaman disaat berjabat tangan.
Sistem saraf simpatik berfungsi :
  • Mengatur adrenalin.
  • Meningkatkan denyut jantung.
  • Mengatur keluarnya keringat. 


Secara normal sistem saraf simpatik akan aktif ketika seseorang merasakan takut, panik, dan cemas. Namun, dalam hal ini saraf simpatik bekerja secara berlebihan hingga menyebabkan kelenjar keringat memproduksi keringat secara terus menerus. Apabila gangguan tersebut masih dirasa wajar, maka tidak perlu penanganan serius. Tetapi, jika gangguan ini dirasakan berlebihan perlu dikonsultasikan ke dokter karena kemungkinan berhubungan dengan gejala penyakit lainnya.


Telapak tangan dan kaki yang terus-menerus berkeringat bisa dikaitkan dengan gejala penyakit tuberculosis dan infeksi kronis atau pada gangguan hypertyroid. 
  • Produksi hormon tyroid yang berlebihan juga bisa menghasilkan banyak keringat.
  • Penyebab yang paling berbahaya khususnya untuk orang-orang di usia lanjut kemungkinan berhubungan dengan kanker dan tumor kelenjar getah bening. 


Bagaimana mengatasi telapak tangan dan kaki yang sering berkeringat?

  • Larutan aluminium chloride bisa dioleskan setiap malam hari di telapak tangan dan kaki.
  • Apabila kasus cukup berat, konsultasikan ke dokter. Biasanya dokter akan memberi suntikan toksin botulinum tipe A.
  • Jika pengobatan tidak memberikan efek apapun, langkah terakhir dapat dilakukan pembedahan saraf yang msnyebabkan telapak tangan dan kaki berkeringat.



Di luar dari gejala penyakit lain, mungkin gangguan tersebut hanya faktor emosional. Bagi wanita yang menjelang menopause, kondisi telapak tangan berkeringat adalah hal yang normal. Yang penting adalah apabila keringat terjadi terus menerus dan tidak wajar, sebaiknya periksakan ke dokter.

Comments

Popular posts from this blog

Penyakit Brahma, benarkah penyakit kutukan? Simak penjelasannya dalam ilmu medis

Indonesia kaya akan budaya yang sebagian masyarakatnya masih mempercayai tahayul. Dalam masyarakat Betawi, dikenal penyakit Brahma yang konon terjadi akibat melewati tempat bekas orang berzina. Penyakit tersebut diyakini hanya bisa disembuhkan dengan cara disembur oleh dukun kemudian dioleskan campuran daun brahma merah, jamur pandan merah dan minyak kelapa. Pada kasus yang terjadi, penderitanya datang dengan keluhan demam, muncul lesi seperti bisul berisi air disertai rasa panas seperti terbakar, beberapa diantaranya sampai meninggal dunia. Dalam ilmu kedokteran tidak dikenal penyakit Brahma air ataupun Brahma api. Dilihat dari gejala fisiknya, penyakit tersebut masuk dalam kategori infeksi akut. Jenis infeksi akut salah satunya adalah sepsis. Hampir 95% gejala penyakit Brahma (yang disebut oleh orang betawi), sesungguhnya merupakan gejala sepsis. Sepsis adalah kondisi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi bakteri ataupun mikroorganisme di dalam darah, uri...

Kasus medis gatal dan panas di leher (Dermatitis Venenata)

Penjelasan kasus. Seorang wanita usia 40 tahun, ibu rumah tangga sehari-hari menggunakan jilbab datang dengan keluhan sebagai berikut : Muncul plenting di kulit leher sejak 3 minggu (plenting yang dimaksud adalah vesikel-bula). Plenting terasa gatal dan panas. Oleh dokter dikatakan pasien mengalami herpes. Sudah diberi acyclovir zaft dan acyclovir tab, obat sudah habis namun tidak sembuh. Diagnosis medis : Lesi hanya soliter dan terbatas pada 1 regional saja, menurut saya ini bukan herpes. Herpes tidak tepat diberikan acyclovir cream untuk kasus herpes zoster. Dari anamnesis dan gambaran dermatologi, pasien menderita Dermatitis Venenata. Terapi yang diberikan : Tes Kalium hidroksida (KOH) 10% dan lampu wood. Metilprednisolon tab 3 x 4 mg. Natrium diklofenak tab 3 x 50 mg prn. Cetirizine tab 1 x 10 mg prn. Digenta cream 2 x 1 ue. Kontrol kembali 5 hari kemudian.

Kasus medis Tinea Corporis pada bayi dan obatnya

Penjelasan kasus. Bayi perempuan berusia 3 bulan, mengalami keluhan sebagai berikut : Terdapat bercak berwarna putih di kulit sejak 1 bulan. Awalnya bercak tersebut hanya sedikit, namun semakin meluas. Bayi menjadi rewel. Dimandikan 2 kali sehari dengan sabun bayi. Tidak ada yang mengalami keluhan yang sama di keluarga. Diagnosis medis : Tinea Corporis. Differential diagnosis : Vitiligo. Pemeriksaan : Tes Kalium Hidroksida (KOH). Pemeriksaan lampu wood. Terapi yang diberikan : Mandi 2 kali sehari dengan air bersih dan sabun bayi. Pakaikan baju yang tipis dan nyaman untuk bayi. Jika bayi terlihat berkeringat segera keringkan, mandikan atau ganti pakaiannya. Hindari lingkungan yang panas dan lembab. Cetirizine drop 10mg/mL, 1 x 5 tetes. Ketoconazole 2% lotion, 2 x 1 ue oleskan. Kontrol kembali ke dokter 5 hari kemudian.