Skip to main content

Memahami gangguan mendengkur saat tidur

Kebiasaan mendengkur tidak hanya mengganggu diri sendiri, oranglain ataupun teman tidur. Mendengkur bahkan bisa menyebabkan konflik pada pasangan sehingga menyebabkan perceraian. Menurut penelitian di Amerika, American Academy of Sleep Medician menyatakan bahwa mendengkur adalah penyebab perceraian nomor 3 setelah masalah ekonomi dan perselingkuhan. Mendengkur adalah gejala penyakit yang disebut Sleep Apnea yaitu henti nafas saat tidur. 



image source: american pillo


Suara mendengkur yang keras atau kecil tidak menjadi masalah untuk kesehatan, tetapi yang menjadi masalah adalah terjadi gangguan pernafasan atau tidak. Pada saat mendengkur terjadi penyumbatan saluran nafas yang menyebabkan seperti tercekik. Mekanisme tubuh akan membangunkan otak, tetapi seseorang yang tidur tidak sampai terbangun. Jadi, bayangkan jika sepanjang malam dan setiap hari mengalami seperti ini, akibatnya seseorang akan mengalami kualitas tidur yang buruk. Penyebab dasar mendengkur adalah saluran nafas yang sempit. Pada saat tidur terjadi relaksasi yang membuat saluran nafas menyempit.


Faktor penyebab mendengkur antara lain :

  • Posisi tidur.
Posisi tidur terlentang menyebabkan terjadinya suara dengkuran. Lidah akan terdorong ke dalam sehingga membuat saluran nafas tersumbat. Untuk mengatasi kebiasaan mendengkur posisi tidur miring membuat lidah jatuh kesamping bukan ke belakang sehingga saluran nafasnya lebih terbuka.

  • Struktur mulut.
Struktur mulut seperti langit-langit mulut yang rendah, pangkal lidah yang terlalu besar, pembesaran amandel, dapat menyebabkan gangguan mendengkur.

  • Obesitas.
Orang yang berbadan gemuk memiliki saluran tenggorokan yang juga besar. Sehingga saluran nafasnya menjadi sempit. Hal ini menyebabkan nafas terhambat saat tidur sehingga menimbulkan dengkuran.

  • Gangguan pada hidung.
Kelainan bentuk struktural dinding lubang hidung juga dapat menyebabkan gangguan mendengkur. Apalagi ketika sedang flu dan hidung tersumbat akan menyebabkan munculnya suara dengkuran.

  • Merokok dan minum alkohol.

Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan kebiasaan minum alkohol dapat menyebabkan otot-otot mengendur. Otot-otot yang mengendur menyebabkan saluran udara di tenggorokan menyempit.



Gangguan mendengkur yang terjadi secara terus-menerus dalam waktu lama dapat berisiko menimbulkan penyakit bahkan dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan kematian.
Berikut ini macam-macam penyakit yang disebabkan oleh gangguan mendengkur :

  • Hipertensi.
Gangguan mendengkur menyebabkan kualitas tidur menjadi tidak baik. Semakin sering terjadi gangguan mendengkur, maka tekanan darah akan naik sehingga berisiko hipertensi.

  • Penyakit jantung.
Kebiasaan mendengkur menyebabkan denyut jantung meningkat. Sehingga jantung memompa darah secara cepat. Hal ini berisiko penyakit jantung koroner dan penyakit jantung kongensif.

  • Kerusakan otak.
Mendengkur yang terkesan sepele ternyata dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen. Saluran udara yang tersumbat menyebabkan suplay oksigen ke otak tidak lancar sehingga terjadi kerusakan sel-sel otak.

  • Serangan stroke.
Gangguan mendengkur menyebabkan hipertensi dan pengentalan darah. Kondisi tersebut dapat memicu serangan stroke.


Berikut ini adalah tips menghilangkan kebiasaan gangguan mendengkur :
  • Tidur dengan posisi miring agar saluran udara di tenggorokan tidak tersumbat.
  • Berhenti merokok
  • Rajin berolahraga.
  • Kurangi berat badan.


Jika mengalami gangguan mendengkur yang berkepanjangan saat tidur sebaiknya konsultasikan ke dokter. Supaya dapat diketahui penyebab dengkuran, apakah hanya karena kelelahan dan posisi tidur atau memang ada faktor penyakit lain.

Comments